TRIBUN-MEDAN.com - Keluarga meminta Polisi melakukan penyelidikan terkait kematian Agnes Veronica (23), karyawan bank di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Agnes ditemukan tewas di dalam kamar mandi rumah kontrakannya, Selasa (9/6/2026).
Agnes Veronica diketahui merupakan karyawan kontrak lepas (outsourcing) yang bertugas sebagai marketing officer di Bank Sumsel Babel Cabang Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Pihak keluarga menilai ada sejumlah kejanggalan yang tidak masuk akal dalam peristiwa yang semula diduga sebagai aksi mengakhiri hidup sendiri tersebut.
Paman sekaligus wali korban, Anelka, mengungkapkan rasa ketidakpercayaannya atas narasi yang berkembang di lapangan.
Sejak kecil hingga dewasa, almarhumah tumbuh besar di bawah asuhannya, sehingga ia sangat memahami karakter keponakannya tersebut.
"Awalnya kami sekeluarga mencoba ikhlas dan menerima apa yang disampaikan oleh petugas di lapangan pada hari kejadian. Namun, setelah mendengar informasi dari rekan-rekan kosnya dan melihat kondisi fisik serta posisi korban, kami merasa ada hal yang tidak wajar," ungkap Anelka dengan raut wajah berduka, Kamis (11/6/2026).
Baca juga: HUBUNGAN Sebenarnya Pengusaha dan Terapis Spa yang Diduga Curi Uang Rp1,2 M, Pernah ke Bali Bersama
Baca juga: Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 8 PMI ke Malaysia, 5 Orang Jadi Tersangka
Anelka membantah keras isu liar yang menyebutkan bahwa keponakannya nekat mengakhiri hidup secara tragis karena motif putus cinta dengan sang kekasih.
"Saya tahu persis sifat dan kepribadian keponakan saya ini. Agnes itu orangnya sangat tegar, ceria, dan tidak pernah menyerah dalam menghadapi masalah apa pun. Karena itu, kami memohon dengan sangat kepada pihak kepolisian untuk membuka kembali penyelidikan dan mengusut tuntas kasus ini," ujarnya berharap.
Sempat Tolak Autopsi karena Panik
Anelka tidak menampik bahwa pihak keluarga sempat menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi jenazah saat berada di rumah sakit atas tawaran pihak kepolisian.
Namun, keputusan itu diambil dalam kondisi psikologis keluarga yang sedang syok berat dan panik.
Senada, Rian yang juga merupakan kerabat dekat korban, menumpahkan kekecewaannya terhadap sikap pemilik kontrakan yang dinilai terkesan menutup-nutupi insiden tersebut sejak awal.
"Banyak sekali kejanggalan dalam penemuan jasad keponakan kami. Kami sangat kecewa kenapa pemilik kontrakan tidak langsung menghubungi pihak keluarga sesaat setelah kejadian, melainkan langsung membawa jasad korban ke rumah sakit tanpa persetujuan kami terlebih dahulu," ketus Rian.
Rekam Jejak Kronologi Kejadian
Berdasarkan data yang dihimpun, sebelum kejadian korban sempat beraktivitas normal di dalam kamarnya bersama rekan kerjanya.
Namun pada Selasa pagi, saksi Anjelina (25) dibuat terkejut bukan main saat hendak masuk ke kamar mandi.
Ia mendapati korban sudah dalam posisi tergantung di ventilasi jendela kamar mandi dengan menggunakan kain jilbab berwarna coklat yang melilit bagian lehernya.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi dari RS Pratama Tanah Abang dan dibawa oleh pihak keluarga menuju rumah duka di Dusun Talang Subur, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi, PALI untuk dimakamkan.
Pihak keluarga berharap kepolisian dapat bekerja profesional menyibak tabir di balik kematian Agnes.
(*/tribun-medan.com)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.