TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Kepanikan menyelimuti penghuni sebuah rumah di Jalan Sultan Ismail Nomor 120, Kampung Rempak, Kecamatan Siak karena ular piton .

ya, seekor ular piton berukuran cukup besar tiba-tiba muncul di pekarangan rumah warga dan membuat penghuni khawatir akan keselamatan keluarga mereka.

Tak berani mendekati reptil tersebut, pemilik rumah segera melaporkan kejadian itu kepada petugas Damkar BPBD Kabupaten Siak.

Laporan yang masuk langsung direspons cepat oleh tim piket yang kemudian bergerak menuju lokasi.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 07.40 WIB, petugas mendapati ular piton masih berada di area pekarangan rumah.

Keberadaan ular itu membuat warga sekitar waspada dan memilih menjaga jarak sembari menunggu proses evakuasi dilakukan.

Dengan menggunakan peralatan khusus berupa stik penangkap ular dan alat pelindung diri, petugas Damkar BPBD Siak mulai melakukan penyelamatan.

Secara perlahan, personel mendekati ular untuk menghindari pergerakan mendadak yang dapat membahayakan warga maupun petugas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, membenarkan peristiwa itu. Ia menyebut peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/6/2026).

“Laporan masyarakat langsung ditindaklanjuti karena keberadaan ular piton di lingkungan permukiman dapat menimbulkan rasa takut dan berpotensi membahayakan keselamatan warga,” ujar Novendra kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (10/6/2026).

Ia menyampaikan, begitu menerima laporan, personel langsung bergerak ke lokasi.

Saat tiba, ular masih berada di sekitar pekarangan rumah warga sehingga segera dilakukan evakuasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Menurutnya, proses penanganan berlangsung cepat dan lancar,” katanya.

Setelah posisi ular berhasil diamankan, petugas menggunakan stik khusus untuk mengendalikan pergerakan reptil tersebut sebelum mengevakuasinya dari kawasan permukiman.

“Hanya sekitar lima menit proses evakuasi berlangsung. Ular piton berhasil diamankan tanpa melukai warga maupun petugas,” ujarnya.

Novendra mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular sendiri ketika menemukannya di rumah atau lingkungan sekitar.

Menurutnya, tindakan tersebut berisiko menimbulkan gigitan atau serangan dari hewan liar tersebut.

“Jika menemukan ular atau satwa liar lainnya, segera hubungi petugas. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas kami, dan personel Damkar siap memberikan layanan penyelamatan non-kebakaran selama 24 jam,” katanya.

Setelah ular piton berhasil dievakuasi, suasana yang sempat tegang di lingkungan tersebut kembali normal.

Warga pun mengaku lega karena ancaman yang sempat membuat mereka khawatir telah berhasil ditangani oleh petugas Damkar BPBD Siak.

Tentang Ular Piton

Ular piton (keluarga Pythonidae) adalah kelompok ular besar, tidak berbisa, yang tersebar di Asia, Afrika, dan Australia. Di Indonesia sering disebut sanca — contoh paling terkenal adalah sanca kembang (Python reticulatus), ular terpanjang di dunia.

Ciri-ciri Ular Piton

- Tidak berbisa: Membunuh mangsa dengan cara melilit sangat kuat hingga mangsa tidak bisa bernapas, lalu menelan utuh.

- Ukuran: Panjang bervariasi dari 1 meter hingga lebih dari 8–10 meter, berat bisa mencapai 70–100 kg.

- Bentuk tubuh: Berotot kuat, kulit bersisik dengan pola indah (bercak, jala, atau garis), warna cokelat, kekuningan, atau kehijauan. Di sekitar bibir ada lubang sensor panas untuk mendeteksi mangsa di gelap.

- Rahang sangat lentur: Tulang rahang tidak menyatu, bisa terbuka lebar sekali, sehingga bisa menelan hewan jauh lebih besar dari kepalanya.

- Ciri khas: Di dekat lubang ekor ada sisa tulang kaki berbentuk cakar kecil, sisa evolusi dari nenek moyang berkaki.

Habitat dan Persebaran

Ular piton hidup di hutan hujan, rawa, semak, perkebunan, sawah, hingga dekat pemukiman. Suka tempat lembap dan dekat air.

Di Indonesia banyak ditemukan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Makanan dan Cara Berburu

- Pemangsa penyergap: diam menunggu, lalu menyambar mangsa yang lewat.

- Makanan: tikus, burung, ayam, kadal, kucing, anjing, hingga mamalia besar seperti babi hutan atau rusa kecil.

- Bisa bertahan hidup tanpa makan berbulan-bulan setelah makan besar, karena metabolisme melambat.

Cara Berkembang Biak

Bertelur (berbeda dengan ular boa yang melahirkan). Induk mengerami dan menjaga telur sampai menetas, biasanya 2–3 bulan. Sekali bertelur bisa 10–50 butir.

Manfaat dan Fakta Penting

- Sangat bermanfaat: Pengendali alami populasi tikus dan hama pertanian.

- Umumnya tidak agresif: Hanya menyerang jika merasa terancam, terpojok, atau melindungi telur.

Dilindungi di Indonesia karena populasinya makin berkurang akibat perburuan kulit dan hilangnya hutan.

( Tribunpekanbaru.com / Mayonal Putra )

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.