TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Setelah sukses digelar selama bertahun-tahun di Jakarta, Indonesia Energy and Engineering (IEE) Series untuk pertama kalinya hadir di Kalimantan Timur, tepatnya di area BSCC Dome Balikpapan, Kalimantan Timur.
Pemilihan Kota Minyak sebagai lokasi penyelanggaraan pameran tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, posisi Balikpapan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki potensi peluang ekspansi perdana Pamerindo.
Terlebih, dengan aktivitas sektor pertambangan, migas, energi, dan konstruksi di Kalimantan yang cukup masif hingga saat ini.
Country General Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari mengatakan, hadirnya IEE Series di Balikpapan menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelaku industri dengan proyek-proyek strategis yang berkembang di daerah.
Baca juga: IEE Series Balikpapan 2026 Siap Digelar di BSCC Dome, Hadirkan 80 Exhibitor dari 10 Negara
Ia membeberkan, IEE Series hadir sejak tahun 2022 sebagai hasil transformasi sejumlah pameran industri yang sebelumnya berjalan terpisah.
Seperti Mining Indonesia, Construction Indonesia, hingga Electric and Power Indonesia yang sebelumnya digelar sebelum pandemi Covid-19 lalu.
"Setelah pandemi kami mengkonsolidasikan beberapa pameran yang memiliki relevansi bisnis dan karakteristik pelaku usaha yang sama. Mining, oil and gas, energi, hingga sektor kelistrikan yang akhirnya kami gabungkan menjadi Indonesia Energy and Engineering Series," ujarnya saat diwawancarai TribunKaltim.co pada acara IEE Series di Balikpapan, Rabu (20/6/2026).
Tak ayal, penggabungan pameran tersebut mendapat respons positif dari pelaku industri.
Dengan konsep pameran ini, pengunjung berkesempatan melihat produk tak hanya dari satu sektor, melainkan juga dapat menjajaki peluang bisnis lintas industri yang saling berkaitan.
Siapa sangka, minat terhadap IEE Series terus meningkat sejak pertama kali digelar pasca pandemi.
Bahkan penyelenggaraan pameran di Jakarta berkembang semakin besar dengan menghadirkan area pameran dalam dan luar ruangan yang luas serta diikuti ribuan peserta dan pengunjung bisnis.
Sehingga, pameran tahun ini menjadi momentum baru karena untuk pertama kalinya IEE Series dibawa ke luar Jakarta.
Terlebih, posisi kota Balikpapan yang cukup strategis sebagai pusat industri energi dan pertambangan di Kalimantan Timur.
"Kami ingin mendekatkan pelaku bisnis dengan proyek-proyek yang memang ada di daerah. Dalam hal ini Balikpapan dan Kalimantan Timur yang memiliki potensi yang sangat besar," ujarnya.
Untuk diketahui, terdapat lebih dari 100 perusahaan dengan 200 brand ikut berpartisipasi dalam pameran ini.
Baca juga: Meriahkan IEE 2022 Series, SBU JPP Pupuk Kaltim Menuju Industri Maintenance dan Manufaktur Dunia
Dengan didominasi produk-produk yang berasal dari sektor pertambangan, alat berat, keselamatan kerja, konstruksi, hingga teknologi digital seperti drone dan robotik.
Lia juga mengatakan, pameran di Balikpapan lebih fokus pada produk-produk yang dibutuhkan langsung oleh proyek dan operasional industri di lapangan.
Hal ini berbeda dengan pameran di Jakarta yang lebih banyak menampilkan teknologi terbaru dan peserta internasional.
Tak tanggung-tanggung, selain menjadi ajang bisnis, IEE Series 2026 di Balikpapan juga membawa misi transfer teknologi dan edukasi.
Bagaimana tidak, selama tiga hari penyelenggaraan, ratusan mahasiswa diundang untuk mengenal lebih dekat dunia industri melalui program student visit.
Beberapa di antaranya, berasal dari:
"Kami ingin memperlihatkan kepada generasi muda seperti apa industri yang nantinya akan mereka hadapi ketika terjun ke dunia kerja," jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap, pameran ini tak hanya memberikan manfaat bagi sektor industri.
Melainkan juga memberikan efek ganda bagi perekonomian lokal.
Terlebih, dengan datangnya peserta pameran dari berbagai daerah yang mendorong okupansi hotel, penggunaan transportasi lokal, hingga peningkatan penjualan produk UMKM.
"Kami ingin multiplier effect yang selama ini tercipta di Jakarta juga bisa dirasakan di Kalimantan Timur dan Balikpapan. Tidak hanya industri, tetapi juga hotel, kuliner, UMKM, transportasi, hingga tenaga kerja lokal," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur, Bambang Arwanto mengatakan, pertumbuhan kawasan Kalimantan memang didorong oleh ekspansi sektor pertambangan, migas, serta pembangunan infrastruktur dan IKN.
Sehingga, hal ini menjadikan wilayah kota Minyak sebagai salah satu pusat aktivitas industri paling dinamis saat ini di Indonesia.
Di samping itu, Kalimantan Timur juga memiliki posisi strategis dalam sektor energi dan sumber daya alam nasional, bahkan selama puluhan tahun menjadi penopang kebutuhan energi Indonesia.
Untuk itu, ia menegaskan, transformasi industri energi nasional kini pun menjadi arah pembangunan daerah.
"Dunia sedang menghadapi perubahan besar. Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, digitalisasi semakin luas, kecerdasan buatan mulai masuk ke sektor industri, dan tujuan efisiensi yang berkelanjutan semakin tinggi. Tema besar Energy dan Engineering ini sangat relevan untuk membicarakan arah transformasi," ujarnya saat mewakili Gubernur Kalimantan Timur.
Sehingga, menurutnya, kehadiran platform industri seperti IEE Series ini menjadi katalis penting sebagai ruang bertemunya inovasi, investasi, dan peluang kerjasama.
"Kami harap kegiatan ini bisa melahirkan kerjasama, investasi, inovasi, dan lahir solusi-solusi baru yang bisa menghadapi tantangan di sektor energi dan engineering di masa depan," ujarnya.
Karena pada akhirnya, energi yang menggerakkan mesin pembangunan. "Tetapi inovasi dan kolaborasi yang menentukan seberapa jauh kita bisa melangkah," pungkasnya. (*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.