Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Pedagang rumah makan di Kepahiang mengeluhkan kenaikan beberapa harga bahan pokok yang menyebabkan penurunan pendapatan pada Minggu (7/6/2026).

Kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan kebutuhan usaha mulai dirasakan para pelaku usaha kuliner di Kabupaten Kepahiang.

Kondisi ini berdampak langsung terhadap pendapatan rumah makan yang mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satunya dirasakan Supardi (50), pemilik Rumah Makan Anak Pak Hasan di Kepahiang.

Ia mengaku kenaikan harga bahan baku dan perlengkapan usaha membuat keuntungan yang diperoleh semakin menipis.

Supardi mengatakan usaha rumah makan yang dikelolanya telah berjalan sekitar tujuh tahun dan melayani pelanggan setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB.

"Usaha ini sudah berjalan lebih kurang tujuh tahun. Jadwal buka kita mulai jam 10.00 sampai 21.00 WIB," ucap Supardi.

Di rumah makan miliknya, tersedia berbagai menu makanan seperti olahan ikan, ayam, dan daging dengan harga yang masih terjangkau, mulai dari Rp15.000 hingga Rp30.000 per porsi maupun per bungkus.

Meski demikian, mempertahankan harga jual di tengah kenaikan biaya produksi bukan perkara mudah.

Pasalnya, hampir seluruh kebutuhan usaha mengalami kenaikan harga.

Menurut Supardi, kenaikan tidak hanya terjadi pada bahan makanan, tetapi juga perlengkapan pendukung usaha seperti plastik kemasan, kertas nasi, minyak goreng, bumbu-bumbu, hingga beras.

"Kenaikan yang terasa ini seperti plastik, kertas nasi, bumbu-bumbu, minyak goreng, beras dan hampir semua bahan pokok naik," kata Supardi.

Akibat kondisi tersebut, pendapatan yang diperoleh rumah makannya mengalami penurunan cukup signifikan.

Jika sebelumnya keuntungan bersih yang didapat bisa mencapai sekitar Rp100 ribu per hari, kini hanya berkisar Rp60 ribu per hari.

"Dampaknya pendapatan kita berkurang, yang seharusnya sehari bisa Rp100.000 jadi Rp60.000, kira-kira seperti itu," ungkap Supardi.

Meski biaya produksi meningkat, Supardi mengaku belum berani menaikkan harga makanan secara signifikan.

Ia khawatir kebijakan tersebut justru membuat pelanggan beralih ke tempat lain dan berdampak pada jumlah pembeli.

"Sementara jika harga dinaikkan, banyak konsumen yang tidak menerima. Takutnya konsumen kita lari atau berkurang," ujarnya.

Karena itu, ia berharap harga kebutuhan pokok dan bahan penunjang usaha dapat kembali stabil sehingga para pelaku usaha kecil dapat bertahan dan mengembangkan usahanya.

"Harapan kita ke depan kenaikan ini bisa berangsur turun dan stabil kembali. Jadi usaha kami bisa berkembang," harap Supardi.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.