Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara pada Kamis (4/6/2026) sore.

Kondisi ini mengakibatkan kerusakan rumah warga, tumbangnya pohon dan tiang listrik, serta menyebabkan seorang pengendara mengalami luka berat.

Berdasarkan laporan yang diterima dari sejumlah kecamatan, cuaca ekstrem tersebut terjadi di Kecamatan Nisam Antara, Syamtalira Bayu, Pirak Timu, Lhoksukon, dan Cot Girek.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com pada Jumat (5/6/2206), mengungkapkan, di Kecamatan Nisam Antara, hujan deras yang disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

Akibatnya, dua tiang listrik milik PLN tumbang dan sejumlah pohon roboh di sepanjang ruas jalan Gampong Blang Pohroh.

Tumbangnya tiang listrik menyebabkan pasokan listrik di sejumlah wilayah terganggu, sementara pohon tumbang menghambat akses transportasi masyarakat.

Baca juga: Pohon Tumbang, Rumah Rusak, Cuaca Ekstrem Terjang Aceh Besar

Selain itu, seorang pengendara yang mengalami luka serius akibat kejadian tersebut.

"Korban seorang perempuan setelah kejadian kemudian dirujuk ke rumah sakit umum untuk mendapatkan penanganan medis," ujar Nizar, seorang warga Aceh Utara kepada Serambinews.com, Jumat (5/6/2026).

Sementara itu, di Kecamatan Syamtalira Bayu, angin kencang mengakibatkan dua unit rumah warga di Gampong Blang Seureukuy mengalami kerusakan.

Kedua rumah tersebut masing-masing milik Idris Hasyem (53), yang dihuni enam jiwa dan Martunis (39), dengan tiga jiwa tanggungan.

Kerusakan terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut pada Kamis sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Musibah serupa juga terjadi di Gampong Teupin U, Kecamatan Pirak Timu. 

Sebuah pohon tumbang akibat cuaca buruk dan menimpa satu unit rumah warga sehingga menyebabkan kerusakan pada bangunan tersebut.

Di Kecamatan Lhoksukon, dua rumah warga mengalami kerusakan ringan setelah tertimpa pohon tumbang saat hujan deras dan angin kencang melanda kawasan itu sekitar pukul 17.00 WIB.

Kedua rumah tersebut masing-masing milik Ramlah (44), seorang petani warga Gampong Mata Ie, dan Jumadi Nurdin (54), nelayan asal Gampong Cot U Sibak.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Trie Aprianto melalui Plh Kapolsek Lhoksukon, AKP M Jamil mengatakan, saat kejadian para pemilik rumah berada di dalam rumah masing-masing.

"Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon di sekitar lokasi tumbang dan menimpa bagian atap rumah warga. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut," kata M Jamil.

Baca juga: Kerusakan Huntara Akibat Angin Kencang di Langkahan Aceh Utara Bertambah, Kini Jadi 69 Unit

Menurutnya, kerusakan yang terjadi tergolong ringan dan hanya mengenai bagian atap rumah akibat tertimpa batang serta ranting pohon.

Pihak kepolisian bersama perangkat desa telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan berkoordinasi untuk membantu penanganan dampak bencana.

"Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang memiliki pohon besar di sekitar rumah," ujarnya.

Kerusakan paling banyak dilaporkan terjadi di Kecamatan Cot Girek. 

Sebanyak 13 rumah warga yang tersebar di lima gampong mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang.

Lima gampong yang terdampak meliputi Gampong Batu XII, U Baro, Ulee Gampong, Alue Leuhob, dan Kampung Tempel.

Kapolsek Cot Girek, Iptu Ade Syahputra mengatakan, kerusakan yang terjadi bervariasi mulai dari atap rumah terlepas diterjang angin, bangunan tertimpa pohon hingga satu unit rumah ambruk.

"Berdasarkan pendataan di lapangan terdapat 13 unit rumah warga yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut,” urai dia. 

“Kerusakan yang terjadi bervariasi mulai dari atap rumah yang terlepas diterjang angin, bangunan tertimpa pohon hingga satu unit rumah ambruk," kata Ade Syahputra.

Menurutnya, total kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. 

Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara Fauzan MA kepada Serambinews.com menyebutkan, saat ini kerusakan rumah akibat kencang masih dalam pendataan. 

“Masih didata untuk direkap,” tulis Fauzan.(*)

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.