TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Masyarakat Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, kembali melaksanakan tradisi adat Balala’ Pantang Nagari yang berlangsung mulai Jumat 5 Juni hingga Sabtu 6 Juni 2026. 

Tradisi turun-temurun masyarakat Dayak tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan memasuki musim Bahuma atau masa berladang.

Pelaksanaan ritual adat diawali dengan prosesi baremah tutup saka yang digelar di Terminal Bis Ngabang pada Jumat sore. 

Berdasarkan ketentuan adat, masa Balala dimulai tepat pukul 18.00 WIB pada 5 Juni 2026 dan akan berakhir atau buka saka pada Sabtu 6 Juni 2026 pukul 18.00 WIB.

Selama masa Balala berlangsung, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menjaga sikap agar tidak melakukan hal-hal yang dianggap dapat merusak keseimbangan alam maupun melanggar nilai-nilai adat yang diwariskan leluhur.

Bendahara Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Landak, Cahyatanus, mengatakan Balala merupakan bagian dari budaya dan ritual adat masyarakat Dayak yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan sosial maupun hubungan manusia dengan alam.

• Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Arisan Bodong di Ketapang, Kerugian Capai Rp489 Juta

“Masa Balala dimulai tepat pukul 18.00 hari ini dan berlangsung sampai besok pukul 18.00 tanggal 6 Juni 2026,” ujar Cahyatanus usai mengikuti ritual baremah tutup saka.

Ia menjelaskan, tradisi Balala dilaksanakan sebagai bentuk persiapan masyarakat Dayak sebelum memasuki musim Bahuma atau membuka ladang. 

Setelah masa Balala selesai, masyarakat biasanya akan melaksanakan ritual Ngawah untuk mencari tanda-tanda alam terkait lokasi hutan atau lahan yang akan dijadikan huma atau ladang.

Menurutnya, dalam tradisi tersebut masyarakat diajak lebih peka terhadap pesan-pesan alam sekaligus memohon keberkahan kepada Tuhan Yang Maha Esa atau Jubata agar hasil pertanian yang diperoleh nantinya membawa kebaikan dan kesejahteraan.

“Sebelum Bahuma, masyarakat melakukan Ngawah untuk melihat tanda-tanda alam dan mendengar pesan-pesan dari hutan. Harapannya agar ladang yang dibuka nantinya mendapatkan berkat dan hasil yang baik dari Jubata,” jelasnya.

Cahyatanus menambahkan, Balala memiliki filosofi yang sangat luhur karena mengajarkan manusia untuk menjaga keseimbangan alam dan menahan diri dari tindakan yang dapat merusak lingkungan.

Pada masa Balala, masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mencederai alam. 

Makna Tradisi

Tradisi ini juga dimaknai sebagai bentuk puasa dari perilaku negatif dan upaya menjaga keharmonisan antara manusia dengan lingkungan sekitar.

“Balala mengandung makna yang sangat baik. Selama satu hari Balala, kita diajak untuk tidak merusak alam, tidak mengotori lingkungan, dan tidak melakukan hal-hal negatif. Ini sebenarnya bentuk penghormatan terhadap alam dan kehidupan,” terangnya.

Ia mengakui tradisi Balala sudah diwariskan sejak zaman dahulu oleh para leluhur masyarakat Dayak dan hingga kini tetap dipertahankan karena mengandung nilai-nilai positif yang relevan dalam kehidupan modern.

Sementara itu, Sekretaris DAD Kabupaten Landak, Marsianus, mengatakan pelaksanaan Balala di Kabupaten Landak saat ini tidak hanya diikuti masyarakat Dayak, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai etnis yang tinggal di daerah tersebut.

• Minibus Terjun ke Parit di Kayong Utara, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Menurutnya, tingginya partisipasi dan toleransi masyarakat menjadi bukti bahwa tradisi adat mampu mempererat persatuan dan menciptakan suasana harmonis di tengah keberagaman.

“Kami sangat mengapresiasi toleransi yang terbangun. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat dari berbagai etnis juga ikut mendukung pelaksanaan Balala ini dengan menjaga suasana tetap kondusif,” ujarnya.

Marsianus menyebut sejumlah toko dan pusat aktivitas masyarakat di Ngabang tampak tutup lebih awal sesuai waktu yang telah ditentukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan tradisi adat tersebut.

“Artinya masyarakat mendukung karena tradisi ini dipandang membawa nilai positif, baik dalam menjaga hubungan sosial maupun menjaga kelestarian alam,” pungkasnya. (*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.