SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ikatan Dokter Anak Indonesia memperingatkan para orang tua agar tidak menyepelekan infeksi radang tenggorokan atau amandel pada anak.

Pasalnya, serangan bakteri yang tidak diobati secara tuntas, dapat memicu komplikasi fatal berupa kerusakan permanen katup jantung.

Bahaya Terselubung Infeksi Bakteri di Tenggorokan Anak

Radang tenggorokan pada anak sering dianggap penyakit ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya.

Padahal kondisi itu bisa memicu kerusakan jantung pada anak yang perlu diwaspadai oleh orang tua.

Karena infeksi jantung pada anak kerap kali muncul dengan tanda-tanda yang sangat samar dan menyerupai penyakit anak pada umumnya.

dr. Sarah Rafika Nursyirwan, Sp.A, Subsp.Kardio(K) - Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut, penyakit demam reumatik akut dan penyakit Jantung Rematik (Rheumatic Heart Disease/RHD) merupakan jenis infeksi jantung yang paling sering terjadi di Indonesia.

“Sebenarnya bukan kumannya sendiri yang menyerang jantungnya tapi justru pencetusnya diawali infeksi kuman yaitu paling sering infeksi streptococcus grup A di tenggorokan atau amandel. Ini kasus yang cukup sering ditemukan di Indonesia,” ujarnya dalam webinar, Selasa (2/6/2026).

Data menunjukkan lebih dari 40 juta orang di dunia didiagnosis RHD dengan angka kematian mencapai lebih dari 300 ribu jiwa setiap tahun.

“Baik kena saat masih kecil atau saat sudah dewasa, tapi biasanya berlanjut dari anak kemudian fase dewasa muda, saat tua mengalami RHD. Indonesia masih menjadi peringkat ke empat di dunia terkait penyakit ini,” ujarnya.

Baca juga: Tak Disangka, Kebiasaan Sehari-hari Anak Bisa Picu Penyakit Jantung di Masa Depan

Kronologi Kerusakan Organ Akibat Salah Fungsi Imun

Bermula dari infeksi bakteri streptococcus grup A di tenggorokan.

“Reaksi yang keliru dari sistem imun yang salah mengenali kumannya, yang sebenarnya kumannya sudah tidak ada, sudah lampau sekitar satu sampai empat minggu sebelumnya. Sehingga antibodi tubuh akan menyerang jantung, bisa mengalami kerusakan katup jantung,” ujarnya.

“Jangan sepelekan peradangan, amandelnya, pasti ada gejala yang bisa dikenali, kalau tidak diobati dengan tuntas bisa berlanjut termasuk merusak katup jantung. Infeksi Streptococcus grup A bisa juga mengenai kulit dan jika tidak diobati dengan tuntas akan berlanjut ke kondisi ini,” sebutnya.

Risiko penyakit ini bisa mengenai anak-anak usia 5 hingga 15 tahun, pada kondisi anak gizi kurang, jangkauan kesehatan terbatas maupun riwayat keluarga yang juga dengan demam rematik akut.

“Anti bodinya tidak hanya menyerang jantung tapi juga organ lain,” sebutnya.

Baca juga: Waspada Infeksi Jantung pada Anak dan Cara Mengenali Gejalanya Sejak Dini

 

Penanganan Jangka Panjang dan Operasi Katup Mekanik

Penanganan pada penyakit ini disebut jangka panjang seperti antibiotik diberikan setiap 21-28 hari tergantung pada kerusakan jantung.

“Waktunya infeksi di bagian tenggorokan menjadi demam rematik akut berbeda-beda, ada 10 hari sampai 6 minggu setelahnya menjadi peradangan di bagian katup jantung. Bisa sesak hingga bisa menjadi penyakit jantung kronik,” sebutnya.

“Jadi ini penting, dari radang tenggorokan itu tidak boleh disepelekan karena bisa berlanjut menjadi kerusakan katup jantung. Dengan demam rematik akut yang tidak teratasi dengan baik dan serangan berulang menjadi penyakit jantung rematik. Tentu ini perlu koordinasi dari faskes primer, sekunder, tersier supaya bisa menekan angka yang sudah komplikasinya lanjut sampai penyakit jantung rematik,” tutupnya.

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.