TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia tengah memasuki era masyarakat menua dengan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) yang kini mencapai lebih dari 29 juta orang.
Seiring bertambahnya populasi lansia, upaya menjaga kualitas hidup mereka menjadi tantangan yang semakin penting, tidak hanya dari sisi layanan kesehatan tetapi juga kesejahteraan fisik dan mental.
Pertambahan jumlah lansia membawa berbagai tantangan, mulai dari meningkatnya risiko penyakit degeneratif hingga penurunan mobilitas yang dapat memengaruhi kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Karena itu, perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental lansia menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan.
Baca juga: Sosok Menantu yang Dicurigai atas Kematian Lansia di Boyolali: Diduga Kirim Sate, Sering Minta Uang
Seiring bertambahnya usia, berbagai keluhan kesehatan mulai muncul, seperti nyeri sendi, kekakuan otot, gangguan tidur, hingga berkurangnya kemampuan bergerak. Kondisi tersebut kerap memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup para lansia.
Di tengah kondisi tersebut, terapi pijat menjadi salah satu pendekatan yang banyak dimanfaatkan untuk membantu menjaga kebugaran tubuh.
Selain memberikan sensasi relaksasi, terapi pijat yang dilakukan dengan teknik yang tepat dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, serta meredakan pegal dan nyeri ringan pada tubuh.
Bagi lansia, manfaat tersebut dapat meningkatkan kenyamanan dalam beraktivitas. Tubuh yang lebih rileks juga berpotensi mendukung kualitas tidur yang lebih baik, salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Berbagai kajian internasional menunjukkan bahwa terapi pijat dapat menjadi pendekatan pendamping yang membantu menjaga kualitas hidup lansia.
Pijat yang dilakukan dengan teknik yang sesuai diketahui mampu membantu mengurangi nyeri otot dan sendi, meningkatkan sirkulasi darah, memperbaiki kualitas tidur, serta menurunkan tingkat stres dan kecemasan pada kelompok usia lanjut.
Penelitian yang dilakukan Dr. Tiffany Field dari Touch Research Institute menunjukkan bahwa terapi pijat dengan tekanan sedang memberikan manfaat bagi lansia karena mampu menstimulasi reseptor tekanan di bawah kulit.
"Stimulasi tersebut terbukti dapat membantu menurunkan kadar hormon stres kortisol sekaligus meningkatkan produksi dopamin dan serotonin yang berperan dalam menciptakan rasa nyaman dan memperbaiki suasana hati," katanya.
Menurut Field, terapi pijat untuk lansia perlu disesuaikan dengan kondisi fisik yang mengalami proses penuaan.
Terapis dianjurkan menggunakan gerakan yang lembut, usapan perlahan, serta peregangan pasif untuk membantu meredakan ketegangan otot tanpa memberikan beban berlebih pada persendian.
Dari sisi fisioterapi, pijat juga dinilai dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak tubuh sehingga lansia lebih nyaman menjalani aktivitas sehari-hari.
Selain manfaat fisik, sentuhan yang aman dan positif selama terapi turut berkontribusi terhadap kesehatan emosional dengan menghadirkan rasa tenang, nyaman, dan perasaan diperhatikan.
Manfaat psikologis ini tidak kalah penting. Sentuhan yang menenangkan dapat membantu meningkatkan suasana hati dan memberikan rasa dihargai. Bagi sebagian lansia, interaksi sosial yang terjalin selama kegiatan terapi juga menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membantu mengurangi rasa kesepian yang kerap muncul pada usia lanjut.
Kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik dan emosional lansia mendorong berbagai pihak menghadirkan program yang mendukung kesejahteraan kelompok usia tersebut.
Berbagai komunitas, organisasi sosial, hingga pelaku industri kebugaran mulai menggelar kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan sekaligus kebahagiaan para lansia.
Salah satu kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional yang jatuh pada 29 Mei 2026. Melalui program bertajuk Pijat Lansia Terbanyak se-Indonesia, ratusan lansia mengikuti kegiatan pijat secara serentak yang berlangsung di 31 outlet RX Relaxology yang tersebar di seluruh kota besar Indonesia.
Kegiatan yang diikuti 585 lansia dari berbagai daerah di Indonesia tercatat dalam Rekor MURI tersebut juga dilaksanakan di sejumlah lokasi, termasuk Kalibata City Square dan Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 4 Ciracas, Jakarta Timur.
"Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kesehatan dan kenyamanan lansia melalui aktivitas yang berfokus pada kebugaran tubuh dan relaksasi," kata Ayuna, perwakilan pihak penyelenggara.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak lansia mengaku merasakan tubuh yang lebih nyaman dan segar setelah mengikuti sesi terapi.
"Senang sekali bisa ikut pijat lansia ini karena badan terasa lebih sehat dan tidur jadi lebih nyenyak. Mudah-mudahan acaranya terus berlanjut," ujar Oma Rohanah, salah seorang peserta.
Perhatian terhadap lansia dinilai semakin penting mengingat kelompok usia ini akan terus bertambah dalam beberapa dekade mendatang.
"Dukungan keluarga, lingkungan sosial, serta berbagai program yang mendorong kesehatan dan kebahagiaan lansia menjadi bagian penting dalam menciptakan proses penuaan yang sehat, aktif, dan bermartabat," kata Ayuna.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.