TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Stasiun Kaliwungu Kendal bakal diaktifkan lagi setelah bertahun-tahun tak digunakan. Rencananya, stasiun yang berada di pusat Kecamatan Kaliwungu itu akan diaktifkan pada 2027. 

Stasiun itu sebelumnya berstatus aktif secara infrastruktur, namun tidak melayani naik-turun penumpang kereta api (KA). Layanan KA dihentikan karena penyesuaian Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka). 

Pantauan Tribun Jateng di lapangan Jumat (29/5) lalu, sejumlah pekerja tengah membenahi tata ruang dan mempercantik sudut-sudut stasiun, terutama di ruang tunggu penumpang yang rencananya disiapkan menyambut operasional pada 2027.

Jika stasiun itu beroperasi kembali, maka Kendal memiliki dua stasiun yang melayani naik-turun penumpang, yakni di stasiun Weleri dan Kaliwungu.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, stasiun itu memiliki peran vital untuk mendukung serta mempermudah akses industri. Selain itu, moda transportasi ini juga direncanakan untuk mengurangi kemacetan.

"Di Kaliwungu ini kan ada Kawasan Industri Kendal (KIK), dan banyak pekerja yang ada di sana. Nanti kan ada pilihan transportasi yang dari luar Kendal," kata Tika, sapaannya, Jumat (29/5).

Menurut dia, rencana pengaktifan itu telah dibahas secara matang bersama pimpinan KAI Daop IV Semarang, dalam pertemuan di kantor Bupati Kendal beberapa waktu lalu.

Tika menuturkan, stasiun itu nantinya direncanakan akan melayani rute Purwodadi-Weleri menggunakan kereta Kedung Sepur dengan tarif tiket yang cukup murah yakni Rp 10 ribu.

Selain itu, dia menambahkan, aktivasi stasiun itu diyakini mampu memperkuat konektivitas kawasan industri yang saat ini berkembang pesat di wilayah Kaliwungu.

"KAI Daop IV Semarang menyampaikan (persiapan-Red) sudah di atas 90 persen, rencana aktif lagi tahun depan. Nanti keretanya Kedung Sepur, dan tiketnya murah rencana Rp 10 ribu," jelasnya.

"Nah aktifnya stasiun ini nanti juga bisa untuk peningkatan perekonomian warga di Kaliwungu dan sekitarnya," sambungnya.

Tika menyatakan, selama ini proses distribusi logistik dari KIK masih terpusat melalui Semarang.

Harapannya, beroperasinya Stasiun Kaliwungu itu bisa memperlancar proses pendistribusian logistik. "Jadi nanti lebih efektif, tidak ada penumpukan logistik industri," ucapnya.

Adapun, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal, Mohammad Eko mengungkapkan, berdasarkan audiensi beberapa waktu lalu, PT KAI juga akan membangun dua hingga tiga titik perlintasan sebidang yang belum dilengkapi palang pintu.

“Terkait lokasinya, nanti akan disurvey bersama dengan pihak Dishub," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga telah mengusulkan pengoperasian KA dengan rute Weleri-Pekalongan sebagai antisipasi perkembangan industri di KIK dan KITB Batang.

"Sehingga ini juga bisa memperlancar mobilitas untuk mendukung perkembangan KIK dan KITB ke depan," tandasnya.

Sementara, Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif menyampaikan, pihaknya telah membahas sejumlah isu strategis bersama Bupati Tika berkait dengan pengembangan layanan transportasi KA di wilayah Kendal.

"Salah satu pembahasan utama yakni rencana pembukaan Stasiun Kaliwungu untuk melayani naik turun penumpang yang diharapkan dapat memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat," tuturnya.

"Selain itu juga meningkatkan konektivitas wilayah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas warga di Kabupaten Kendal." tambahnya.

Ia menyebut, hasil audiensi juga membahas terkait penanganan dan penutupan perlintasan sebidang guna meningkatkan keselamatan perjalanan KA maupun pengguna jalan. 

"KAI bersama Pemkab Kendal berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dalam upaya menciptakan keselamatan di perlintasan KA sesuai regulasi yang berlaku," tegasnya.

Meski begitu, Arif belum membeberkan lebih jauh berkait dengan rencana rute maupun KA yang akan melayani penumpang di Kaliwungu. "Belum, itu baru pembicaraan awal," tukasnya. (Agus Salim)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.