Tokyo (ANTARA) - Topan Jangmi diperkirakan membawa hujan lebat ke wilayah Jepang bagian barat dan timur di sepanjang pesisir Pasifik pada pekan ini, demikian disampaikan Badan Meteorologi Jepang (JMA), Minggu, dan pihak berwenang setempat juga sudah membatalkan penerbangan sejumlah maskapai penerbangan.
JMA menyatakan hujan lebat dengan tingkat yang berpotensi memicu peringatan diperkirakan terjadi mulai dari Pulau Kyushu di barat daya hingga wilayah Kanto yang mencakup Tokyo, di sepanjang pesisir Pasifik hingga Rabu.
Badan tersebut juga mengimbau masyarakat mewaspadai angin kencang, gelombang pasang akibat badai, tanah longsor, serta meluapnya sungai.
Menurut JMA, topan itu diperkirakan mendekati Pulau Okinawa dan Kepulauan Amami pada Senin (1/6) dan Selasa (2/6). Setelah itu, topan diperkirakan berbelok ke arah timur dan bergerak menuju Jepang bagian barat dan timur pada Rabu (3/6) dengan kekuatan yang sedikit melemah.
Karena adanya front cuaca yang tertahan di sebelah utara topan, hujan diperkirakan sudah turun di sejumlah wilayah bahkan sebelum topan mencapai daratan.
JMA mencatat durasi hujan berpotensi berlangsung lebih lama sehingga meningkatkan akumulasi curah hujan. Beberapa daerah diperkirakan menerima curah hujan lebih dari 200 hingga 300 milimeter.
Japan Airlines Co. dan All Nippon Airways Co. melaporkan serangkaian pembatalan penerbangan menuju dan dari Okinawa.
Prakiraan curah hujan selama 24 jam hingga Senin siang mencapai 100 milimeter di Okinawa serta 80 milimeter di Amami dan Kyushu bagian selatan.
Hingga Selasa siang, curah hujan diperkirakan mencapai 300 milimeter di Okinawa, Amami, dan Kyushu bagian selatan.
Sementara itu, hingga Rabu siang, curah hujan diperkirakan mencapai 300 milimeter di Pulau Shikoku dan wilayah Kansai di Jepang bagian barat, serta 200 milimeter di sejumlah wilayah lain seperti Tokai di Jepang tengah dan Kanto.
Pada Minggu sore, Topan Jangmi terpantau bergerak ke arah utara dengan kecepatan 20 kilometer per jam di selatan Okinawa.
Topan tersebut memiliki tekanan udara pusat 975 hektopaskal, dengan kecepatan angin maksimum 108 kilometer per jam dan kecepatan hembusan angin sesaat maksimum 162 kilometer per jam.
Sumber: Kyodo-OANA