Jakarta -

Perayaan Waisak jatuh hari ini (31/5). Tak sekadar momen refleksi diri, hari raya umat Buddha ini juga identik dengan beberapa makanan tradisional yang kerap tersaji atau dinikmati.


Hari Waisak punya makna mendalam untuk umat Buddha. Mereka memperingati tiga peristiwa agung (Trisuci Waisak) dalam kehidupan Siddharta Gautama: kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, dan wafat (Parinirvana).


Hari Waisak menjadi momen refleksi untuk meneladani ajaran cinta kasih, kedamaian, dan kebijaksanaan Sang Buddha.




Hari besar ini juga disemarakkan dengan berbagai suguhan makanan tradisional dari berbagai daerah. Dirangkum dari berbagai sumber, inilah 5 makanan tradisional yang kerap dinikmati saat hari Waisak:


1. Nasi Gemuk



Nyam! Nasi Gemuk Jambi Pakai Topping Lauk Komplet Ada di Tempat IniNasi Gemuk Jambi Pakai Topping Lauk Komplet. Foto: detikcom

Nasi gemuk merupakan kuliner khas Jambi yang tak pernah absen dalam perayaan Waisak. Kuliner ini terbuat dari beras putih, santan, daun pandan, daun jeruk, dan daun salam.



Yang istimewa dari kuliner ini ada pada lauknya yang lengkap. Biasanya masyarakat Jambi selalu menyajikan nasi gemuk dengan telur rebus, teri, bawang goreng, kacang tanah goreng, dan sambal.


2. Sambal Tempoyak


Sambal tempoyak adalah kuliner dari etnis Melayu yang ada di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Sambal ini dibuat dari tempoyak yang terbuat dari hasil fermentasi buah durian.


Buah durian yang telah difermentasi tersebut kemudian dicampur dengan kuah pedas yang terbuat dari cabai dan tomat segar. Sambal tempoyak termasuk hidangan vegetarian, sesuai dengan umat Buddha yang menghormati prinsip Ahimsa (anti-kekerasan).




3. Nasi Lesah



nasi lesah khas magelangNasi lesah khas Magelang Foto: Eko Susanto/detikcom

Makanan khas Waisak di Indonesia juga dilengkapi kuliner tradisional sekitar Candi Borobudur, tempat perayaan hari Waisak. Salah satunya nasi lesah atau nasi yang direndam kuah soto kental.


Sekilas memang penampilannya seperti soto ayam campur nasi pada umumnya. Sotonya berkuah kuning dengan campuran santan, sehingga rasanya gurih segar.


4. Mangut Beong


Selain nasi lesah, di Magelang juga ada kuliner khas hari raya Waisak. Kuliner tersebut adalah mangut beong. Hidangan ini berupa ikan tawar yang dimasak gulai berkuah gurih dan pedas.


Bahkan di dekat Candi Borobudur, ada banyak tempat makan mangut beong yang legendaris. Cita rasa yang cenderung pedas membuat kebanyakan masyarakat Indonesia menyukai kuliner ini.




5. Kue Burgo


Tak ketinggalan ada kue burgo yang selalu hadir dalam perayaan Waisak. Kuliner yang satu ini berasal dari Jambi. Mendengar namanya, pasti kamu mengira bahwa rasanya manis.


Namun, kue burgo ini bercita rasa gurih. Karena sebenarnya kue burgo lebih kepada otak-otak gulung yang kemudian disajikan dengan kuah kuning dan beberapa kondimen lainnya, seperti telur rebus dan sayuran.



Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.