TRIBUNBATAM.id, BATAM - Keluarga pasien dalam video viral dugaan pelayanan kurang responsif di Klinik Kimia Farma Sekupang, Batam, mengaku masih mengalami trauma pascakejadian yang terjadi pada 23 Mei 2026 lalu.

Wanita berisinal FA, pihak keluarga pasien, mengaku hingga kini masih merasa panik dan takut menghadapi sorotan publik maupun media.

Hal itu ia rasakan semenjak video tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

"Jujur saya trauma dan panik sampai sekarang dari tanggal kejadian 23 Mei. Yang saya rasakan masih membekas trauma dan panik," ujar FA saat kepada Tribun Batam pada Jumat (29/5/2026).

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat dirinya berhati-hati dalam memberikan keterangan karena khawatir ada pihak lain yang memanfaatkan situasi yang sedang dialaminya.

Bukan tanpa alasan, ia juga mengaku menerima sejumlah pesan mengganggu melalui direct message (DM) media sosial setelah video tersebut viral.

Di sisi lain, ia membenarkan bahwa pihak Kimia Farma telah mendatangi rumahnya sehari setelah kejadian itu ramai diperbincangkan.

"Dari pihak Kimia Farma ada bertamu tanggal 24 Mei sore hari langsung tiba depan rumah saya. Saya pun kaget," katanya.

Maksud kedatangan mereka untuk menyampaikan permintaan maaf terkait kejadian tersebut.

Namun, ia mengaku pertemuan itu tidak dihadiri dokter yang disebut bertugas saat kejadian di klinik.

"Kalau untuk Dokter yang disebut bertugas saat kejadian itu sampai sekarang belum pernah datang ke rumah saya," katanya.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan keluhan keluarga pasien terhadap pelayanan di Klinik Kimia Farma Sekupang viral di media sosial.

Dalam video itu, keluarga pasien mengaku kecewa karena merasa pelayanan terhadap seorang anak yang disebut dalam kondisi sakit kurang responsif.

Sementara itu, pihak Kimia Farma menyatakan investigasi internal terkait kejadian tersebut masih berlangsung dan hasilnya akan disampaikan dalam waktu dekat. 

Penjelasan Dinkes Batam

Video dugaan pelayanan kurang responsif terhadap pasien anak di Klinik Kimia Farma Sekupang, Batam, yang viral di media sosial kini menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kota Batam dan organisasi profesi kedokteran.

Dinkes mengungkap kasus tersebut lebih mengarah pada persoalan etik profesi dibanding pelanggaran administratif.

Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan hasil peninjauan yang dilakukan pihaknya tidak menemukan persoalan dari sisi administrasi maupun perizinan klinik.

"Secara administratif tidak ada. Itu lebih ke arah etik," ujar Didi saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, izin praktik dokter maupun izin operasional klinik disebut dalam kondisi lengkap.

"SIP dokter ada, izin klinik ada dan lain-lain," katanya.

Meski demikian, Dinkes Batam telah memberikan masukan kepada pihak klinik agar melakukan pembinaan internal, guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.

"Kita cuma kasih masukan ke Kimia Farma saja, agar melakukan pembinaan secara internal dan melaksanakan pelatihan service excellence terhadap karyawan secara keseluruhan," ujarnya.

Saat ditanya terkait kemungkinan sanksi, Didi menyebut hal tersebut berpotensi menjadi ranah organisasi profesi kedokteran.

"Sanksi dari IDI mungkin. Karena itu pelanggaran etik," tutur Didi.

Ia juga menyebut, dokter yang saat itu bertugas masih aktif bekerja, namun, kontrak kerjanya disebut akan segera berakhir.

Sebelumnya, Dinkes Batam juga memastikan telah melakukan peninjauan terhadap klinik tersebut.

Bahkan, pertemuan bersama Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) melalui zoom disebut sudah dilakukan sebagai tindak lanjut atas video viral tersebut.

Selain itu, pihak klinik dan keluarga pasien juga telah dipertemukan untuk bersilaturahmi dan menyampaikan masing-masing pandangan terkait kejadian tersebut.

Sementara itu, pihak Kimia Farma sebelumnya menyatakan telah melakukan komunikasi dan pertemuan dengan keluarga pasien guna mendengarkan langsung kronologi kejadian, serta masukan terkait pelayanan di Klinik Kimia Farma Kota Batam.

Corporate Communications Kimia Farma, Anisa Husnu, menyebut perusahaan saat ini tengah melakukan investigasi internal secara menyeluruh untuk memperoleh pemahaman yang utuh dan objektif atas fakta yang terjadi. 

(Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.