TWITTER.COM/OWEN_BHAFC


Berkat De Zerbi, Tottenham berhasil selamat dari degradasi.

BOLASPORT.COM - Gelandang Tottenham Hotspur, James Maddison, meyakini timnya bakal degradasi dari Liga Inggris jika tak dilatih Roberto De Zerbi, yang dijuluki sebagai murid atau pengagum taktik Pep Guardiola.

Tottenham Hotspur akhirnya bernapas lega di penghujung musim 2025-2026.

Klub berjuluk The Lilywhites tersebut dipastikan selamat dari ancaman degradasi musim ini setelah memetik kemenangan tipis 1-0 saat menjamu Everton di laga pamungkas Liga Inggris.

Tambahan tiga poin ini membuat Spurs mengunci posisi ke-17 di klasemen akhir.

Mereka unggul dua angka dari West Ham United yang harus rela turun kasta usai finis di peringkat ke-18.

Di balik kelolosan ini, ada satu nama yang layak disebut sebagai pahlawan, yakni Roberto De Zerbi.

Soalnya, keberhasilan Tottenham bertahan di kompetisi kasta tertinggi Inggris ini tidak lepas dari tangan dingin sang manajer.

De Zerbi mendarat di London Utara pada Maret 2026, menggantikan Igor Tudor yang dipecat setelah gagal mengangkat performa tim.

 

Saat juru taktik asal Italia ini tiba, ruang ganti Spurs sedang diselimuti awan mendung dan mental pemain berada di titik nadir karena mereka di ambang zona merah.

Di awal masa jabatannya, Roberto de Zerbi juga langsung dihantam badai cedera pemain pilar.

Ujian pertamanya bahkan berakhir pahit saat Spurs tumbang di tangan Sunderland.

Namun, menyerah tidak ada dalam kamus murid tak langsung Pep Guardiola tersebut.

Ia terus memutar otak hingga puncaknya berbuah kemenangan manis di pekan terakhir.

James Maddison mengungkapkan betapa besarnya dampak psikologis yang dibawa De Zerbi ke dalam tim.

Menurut Maddison, pelatih berusia 46 tahun itu memiliki gairah dan semangat luar biasa untuk tim.

Gelandang asal Inggris itu pun menyebut bahwa timnya akan terdegradasi tanpa De Zerbi.

"Dia sangat bersemangat," kata Maddison, dikutip BolaSport.com dari BBC.

"Dia tinggal di tempat latihan bersama teman-temannya, bersama timnya."

"Dia sudah ada di sana jam 9 malam bersama seluruh stafnya."

"Mereka memasang papan taktik, ada enam orang, mereka hanya berdiskusi."

"Sudah jam 9 malam dan kami sudah mengadakan empat atau lima pertemuan untuk setiap pertandingan."

"Dia benar-benar terobsesi dengan sepak bola."

"Anda bisa merasakan ketulusan seseorang yang bersemangat untuk Tottenham."

"Karena memang saya bersemangat, saya mencintai klub ini dan saya sangat ingin klub ini sukses."

"Tanpa penunjukan itu, mungkin bencana tersebut akan terjadi."

"Dia pantas mendapatkan banyak pujian atas hal itu karena pekerjaan yang telah dia lakukan di balik layar dan di lapangan latihan."

"Saya merasa bersemangat di bawah manajer ini," tutur pemain berpostur 175 sentimeter itu menambahkan.

 

 
 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.