BOLASPORT.COM – Maarten Paes muncul sebagai pahlawan usai membawa Ajax Amsterdam lolos ke putaran kedua kualifikasi UEFA Conference League pasca-mengalahkan FC Utrecht di final play-off Eredivisie.
Kiper Timnas Indonesia itu tampil cemerlang di bawah mistar dalam final play-off selama 120 menit hingga drama adu penalti.
Maarten Paes menyelamatkan wajah Ajax Amsterdam di waktu normal dengan melakukan dua saves atau penyelamatan.
Dua saves itu dibuatnya pada menit ke-2 dan ke-7 saat lawan melepaskan tandukan dan tembakan lewat Mike van der Hoorn dan Souffian El Karouani.
Penampilan apiknya di menit-menit awal itu membuat De Godenzonen tampil solid dalam bertahan di waktu normal.
Praktis skor kacamata alias 0-0 menutup 90 menit pertandingan dan memaksa laga berlanjut ke babak extra time.
Di babak tambahan, Ajax sempat unggul lebih dulu pada menit ke-96 lewat tembakan kaki kiri Davy Klaasen.
Namun, 10 menit berselang, gawang Maarten Paes jebol oleh FC Utrecht lewat gol Gjivai Zechiel dan membuat skor 1-1.
Hal ini membuat pertandingan berlanjut ke drama adu penalti, di mana Paes keluar sebagai pahlawan dengan menepis dua penalti.
Dari dua penalti yang dihentikannya, salah satu penalti yang bisa dihentikan Paes adalah penalti dari Sebastien Haller.
Haller bukanlah nama sembarangan mengingat dirinya berstatus mantan penyerang Borussia Dortmund dan mantan top skorer Eredivisie 2021-2022.
Paes dengan sigap membaca penalti Haller yang mengarah ke kanan gawang dan mampu menghentikannya.
Bahkan kiper keturunan Kediri, Jawa Timur, itu kembali menghentikan eksekusi penalti pemain Utrecht lainnya, yakni El Karouani.
Berkat kesigapan Paes, Ajax menang adu penalti 4-3.
Usai menjadi pahlawan De Godenzonen, Paes membeberkan resepnya tampil apik di babak tos-tosan.
Dia mengaku dirinya selalu mempelajari lawan sebelum pertandingan, termasuk dalam urusan penalti.
"Jika Anda sedikit mengenal saya, Anda tahu bahwa saya mempelajari semuanya secara menyeluruh sebelum setiap pertandingan," ujarnya, dikutip BolaSport.com dari Ajax Life.
"Saya selalu mendapatkan daftar penalti dan tendangan bebas dari lawan. Pelatih kiper datang membawa botol air (berisi daftar eksekutor lawan), tetapi saya memiliki daya ingat yang baik, jadi saya bilang itu tidak perlu," lanjutnya.
Mengenai kesuksesannya menghentikan penalti Haller, Paes mengaku dirinya sadar striker Utrecht itu akan melakukan gerakan berhenti sejenak sebelum menendang.
Gerakan ini dilakukan Haller sebelum menendang dan membuat Paes melakukan gerakan tipuan di momen yang sama agar lawan mengarahkan bola sesuai keinginannya.
"Soal (penalti) Haller, Anda bisa menonton ulang 50 tendangan penalti dan dia hampir selalu mencetak gol," tambahnya.
"Saya harus menemukan cara untuk mengatasinya. Saya tahu dia selalu melakukan gerakan 'berhenti' itu, jadi saya melakukan semacam gerakan tipuan," pungkasnya.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.