Tribunlampung.co.id, Surabaya - Sepeda motor yang dikendarai seorang pria lanjut usia ( lansia) oleng seusai menyalip kendaraan di depannya.
Sesudah itu terjatuh hingga pria lansia dan nenek yang diboncengnya terjerambab di sisi sebelah kanan jalan.
Ironisnya bersamaan dengan itu melintas truk dari lajur yang sama hingga melindas si nenek sampai meninggal dunia.
Peristiwa ini terjadi di persimpangan tiga Jalan Tambakrejo, Simokerto, Surabaya, Jawa Timur atau depan Makam Rangkah, pada Selasa (19/5/2026) sore.
Informasinya, korban meninggal dunia itu, berinisial MI (58) warga Waru, Sidoarjo. Jenazah dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soetomo Surabaya.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Supriono mengungkap kronologi kecelakaan maut kendaraan bermula saat pemotor Honda Supra bernopol W-6022-RI dikendarai suaminya MN (62) berboncengan dengan MI (58) melintasi ruas jalan tersebut dari arah timur ke barat.
Setibanya di lokasi, pemotor MN diduga bermanuver mendahului atau menyalip kendaraan motor lain di depannya dari lajur kanan.
Namun, setelah berhasil menyalip kendaraan motor di depannya, diduga pemotor MN kehilangan kendali sehingga laju motornya oleng ke kanan.
Tak pelak, pemotor MN dan penumpangnya nenek MI terjatuh ke sisi kanan jalan. Nahas, tubuh penumpang MI terlindas roda truk yang melintas searah di lajur kanan.
Truk tersebut bernopol L-8066-UO yang dikemudikan oleh pria berinisial RU (46) warga Bangkalan.
"Sampai di TKP mendahului sepeda motor yang tidak dikenal, karena kurang hati-hati oleng kanan dan terjatuh, ditabrak truk yang berjalan searah di samping kanan," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com.
Anggota Satlantas Polrestabes Surabaya tak henti-hentinya mengedukasi masyarakat mengenai keselamatan berkendara, secara langsung dengan terjun ke lapangan ataupun memanfaatkan berbagai macam platform medsos kekinian.
Supriono mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi rambu-rambu, peraturan, etika serta kedisiplinan dalam berlalu lintas selama berkendara di jalanan.
Sebelum mulai berkendara jarak jauh atau dekat, pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, standar dan aman.
Kemudian, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat, bugar, dan memiliki ketahan kuat.
"Jangan memaksakan diri. Kalau merasa tubuh sudah lelah atau mengantuk di perjalanan, segera menepi ke tempat aman atau rest area yang tersedia untuk beristirahat memulihkan kondisi kebugaran dan kesehatan sebelum melanjutkan perjalanan," katanya.
Terakhir, Supriono berharap masyarakat juga proaktif dan tidak segan melaporkan segala bentuk kendala selama di perjalanan kepada anggota Kepolisian yang tersebar di masing-masing pos lalu lintas.
Masyarakat bisa memanfaatkan layanan darurat Polisi Call Center 110 secara gratis selama 24 jam.
"Sudah menjadi tugas pokok dan fungsi kami memberikan pelayanan pada masyarakat semaksimal mungkin. Demi menciptakan situasi keamanan, ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas di tengah masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya Linda Novanti mengatakan setelah mendapatkan laporan awal, Anggota Tim Posko Terpadu Kedung cowek dan PMI tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan awal.
Ternyata, hasil pemeriksaan Tim Medis PMI Surabaya kondisi korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Lalu, jenazah korban MD dievakuasi kamar jenazah RSUD dr Soetomo Surabaya.
"Sedangkan untuk barang bukti sepeda motor dan truk diamankan Anggota Mapolsek Tambaksari," ujar Linda saat dihubungi TribunJatim.com
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.