TRIBUNNEWS.COM - Dengan dua pertandingan sisa musim 2025/2026, LaLiga Spanyol menjadi kompetisi yang paling menegangkan dalam sejarah kompetisi di Tanah Matador dan di Eropa saat ini.
Persaingan papan atas Liga Spanyol memang tidak lepas dari dominasi Barcelona atau Real Madrid, namun tim-tim seperti Atletico Madrid, Villarreal, Valencia, hingga Sevilla sempat memberikan ancaman meskipun pada akhirnya tetap sang raksasalah yang keluar sebagai pemenang.
Pada musim ini, persaingan papan atas tak cukup menarik, ketika Barcelona telah memastikan gelar jauh sebelum musim berakhir.
Kepastian Barcelona ditentukan saat menghadapi Real Madrid dalam pertandingan El Clasico yang dimenangkan El Barca dengan skor 2-0.
Sorotannya tertuju pada tim-tim calon degradasi.
Satu tiket degradasi sudah dipegang oleh Real Oviedo yang menempati urutan ke-20 klasemen Liga Spanyol setelah mengantongi 29 poin dari 36 pertandingan.
Jumlah tersebut tidak akan bisa mengejar ketertinggalan 10 poin dari Elche di peringkat 17 atau zona aman.
Dan disinilah yang menarik.
Terlepas dari hasil head to head, selisih gol, dan produktivitas gol yang menjadi regulasi penempatan tim jika memiliki poin yang sama, tim peringkat 8 klasemen dengan tim peringkat 19 hanya terpaut 6 poin saja.
Itu artinya masih ada 12 tim yang bersaing demi mengamankan tiket bertahan dan menanti dua tim lagi yang akan menemani Oviedo turun kasta.
Dan salah satunya, ada Sevilla yang juga bersaing dalam masa ini. Pemenang tiga kali secara beruntun Liga Eropa itu hanya memenangkan dua dari 13 pertandingan awal mereka musim ini.
Hasil yang membuat Sevilla bercokol di papan bawah klasemen.
Bahkan hingga pekan 32, Sevilla masih berada di zona merah setelah kekalahan 2-1 atas Osasuna yang menjadi kekalahan kelima dalam enam pertandingan.
Kondisi itu membuat manajemen untuk melakukan pergantian pelatih dengan menunjuk Luis Garcia Plaza menggantikan Matias Almeyda.
Garcia sukses mengantarkan Sevilla terhadap hal yang belum dicapai sejak April 2024, yakni tiga kemenangan berturut-turut.
Hasil tersebut membuat posisi Sevilla lebih baik dari sebelumnya yang kini berada di urutan ke-12 dengan koleksi 43 poin, selisih empat angka dari dua tim calon degradasi musim ini, Mallorca dan Levante.
Setidaknya ada tiga tim yang sama-sama mengoleksi 39 poin saat ini, ditambah Elche selain dua tim di atas.
Lalu Girona dan Alaves dengan koleksi 40 poin. Osasuna dan Espanyol (42), Valencia dan Sevilla (43), Bilbao dan Vallecano (44), serta Real Sociedad (45).
Apesnya, di sisa dua pertandingan Liga Spanyol musim ini, Sevilla akan menghadapi dua laga besar melawan Real Madrid dan Celta Vigo yang berada di atas mereka di klasemen.
Jika gagal meraih hasil maksimal dan terlempar ke zona degradasi, itu adalah prestasi terburuk sejak musim 1999/2000.
Menurut Opta, musim ini adalah rekor LaLiga Spanyol untuk poin terbanyak yang diraih tim terdegradasi dalam musim 38 pertandingan.
Predikat yang kurang membanggakan itu dimiliki oleh Deportivo yang degradasi pada musim 2010/2011 meskipun mengoleksi 43 poin di akhir klasemen.
Lalu ada Compostela terdegradasi dengan 44 poin pada musim 1997/1998.
Setidaknya ada tiga contoh dari tim lain yang degradasi dengan 40 lebih poin pada musim 38 pertandingan.
Pertama Real Betis musim 1999/2000 dan 2008/2009 (2 periode) Betis harus main di Segunda Division setelah mengoleksi 42 poin.
Kemudian Real Zaragoza (2007/2008).
Ada kesimpulan menegangkan lainnya dalam persaingan menghindari degradasi liga Spanyol sejak kompetisi ini menjadi 20 tim pada musim 1997/1998.
Lima poin memisahkan peringkat ke-20 dari peringkat 13 setelah pekan ke-36 pada musim 2000/2001; musim 2005/2006 mencapai titik yang sama.
Lalu selisih empat poin antara peringkat ke-18 dan ke-12 pada musim 2010/2011.
Namun, selisih hanya enam poin antara peringkat ke-19 dan kedelapan jelang pekan ke-37 berlangsung pekan ini belum pernah terjadi sejak Liga Spanyol dikurangi 20 tim.
Kemungkinan besar belum pernah terjadi dalam sejarah Liga Spanyol.
Prediksi Opta tim yang akan degradasi dari Liga Spanyol musim ini:
Sevilla yang musim ini berjalan dengan ketidak konsistenan dan baru mendapat peluang jelang akhir musim diprediksi tidak degradasi.
Peluang Sevilla finis di peringkat 18 meskipun selisih 4 poin hanya sebesar 0,4%. Sevilla kecil kemungkinan finis di urutn ke-19.
Menurut Opta, Elche memiliki peluang 51,2% untuk menemani Oviedo, lalu Levante sebesar 47,6%, dan Mallorca sebanyak 45,3%.
Peluang Sevilla finis di peringkat 19 tidak lebih dari 0,1%, sementara Valencia nihil.
Sevilla finis di urutan k-18 hanya 0,4?n Valencia 0,1%.
Dengan dua sisa pertandingan musim ini, satu kemenangan bisa menjadi perbedaan antara keselamatan dan kehancuran tim karena akan bersaing di Segunda Division musim depan.




















(Tribunnews.com/Sina)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.