TRIBUNBATAM.id, BATAM - Duka mendalam dialami warga Perumahan Pesona Bukit Laguna 2, Tanjung Piayu, Kota Batam, setelah dua warganya, Dewa Andika Pratama (26) dan ibundanya Sri Hartini, meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Jalan S. Parman, tepatnya di Pintu 4 Mukakuning.
Banyak warga merasa kehilangan. Keduanya dikenal sebagai sosok baik dan sederhana.
Dewa dikenal mudah bergaul, bukan hanya di lingkungan perumahan, tetapi juga di kalangan sesama pengemudi ojek online. Ia dikenal ramah dan bersahabat.
Kini ibu dan anak itu telah berpulang. Dewa menyusul sang ayah yang lebih dahulu meninggal beberapa tahun lalu. Rumah yang biasanya dihuni keduanya kini sunyi tak berpenghuni.
Suasana haru menyelimuti saat jenazah dibawa pulang. Bahkan, seorang warga terpaksa mendobrak pintu rumah agar jenazah bisa dibaringkan di dalam.
Tanpa sanak saudara di Batam, warga Laguna 2 bergotong royong mengurus seluruh prosesi pemakaman hingga keduanya diantarkan ke peristirahatan terakhir.
Kecelakaan yang merenggut nyawa ibu dan anak ini ditangani Satlantas Polresta Barelang. Unit Gakkum turun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sejumlah warga di lokasi menyebut Sri Hartini terhempas ke aspal dan tak bergerak. Sementara Dewa yang masih sadar sempat memanggil nama ibunya.
Namun, keduanya tak tertolong.
Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya, menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.10 WIB di Jalan S. Parman, depan Dam ATB, Jumat (15/5/2026).
Baca juga: Nasib Sopir Maut yang Tewaskan Dewa dan Ibunya di Batam, Kini Diperiksa Polisi Usai Tabrak 2 Motor
Kecelakaan melibatkan satu unit truk Toyota Dyna BP 8177 TY dan dua sepeda motor Honda Beat, yakni Beat hitam BP 3483 PR yang dikendarai Dewa Andika Pratama bersama ibunya, serta Beat biru BP 3574 SO yang dikemudikan AMS.
“Truk Toyota Dyna warna biru yang dikemudikan AS datang dari arah Simpang ATB menuju Pasar Pancur. Sesampainya di lokasi, truk bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai Dewa menuju arah Panbil,” jelasnya.
Satu sepeda motor lain yang dikendarai AMS juga ikut terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Akibat kejadian itu, Dewa dan ibunya mengalami cedera kepala dan dinyatakan meninggal dunia. Sementara AMS mengalami luka di kepala, badan, dan kaki. Seluruh kendaraan yang terlibat juga mengalami kerusakan.
Sopir Truk Diamankan
Terkait status sopir truk, Kompol Afiditya menyebut pihaknya masih melakukan pemeriksaan.
“Sopir sudah kami amankan. Saat ini masih dimintai keterangan sebagai saksi, belum dilakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka,” ujarnya.
Peristiwa ini sempat viral di media sosial karena korban diketahui merupakan driver online yang aktif di komunitas Komando Batam.
Keluarga Datang dari Jawa, Tahlilan Digelar
Kabar meninggalnya Dewa dan ibunya cepat menyebar di media sosial. Meski awalnya tak ada keluarga di Batam, kerabat korban dari Pulau Jawa akhirnya datang.
Malam usai pemakaman, warga bersama keluarga menggelar tahlilan di rumah duka. Rumah tersebut dipenuhi pelayat yang datang mendoakan almarhum.
Ratusan Driver Ojol Antar ke Pemakaman
Ratusan driver ojek online dari berbagai komunitas dan aplikasi mengawal prosesi pemakaman di TPU Bagan Piayu, Sei Beduk, Jumat sore.
Sejak siang, kawasan perumahan dipadati pelayat. Rekan sesama driver, baik roda dua maupun roda empat, terus berdatangan. Dari pintu masuk gang, puluhan driver sudah bersiap mengawal pemberangkatan jenazah.
Papan bunga ucapan duka cita berjajar di sekitar rumah korban.
Ketua Komando Batam, Feryandi Tarigan, menyebut kepergian Dika—sapaan Dewa—sebagai luka mendalam bagi komunitas driver online Batam.
“Ini luka yang dalam untuk seluruh driver online Kota Batam, khususnya keluarga besar Komando. Alhamdulillah, kawan-kawan mengawal dari awal hingga akhir pemakaman,” ujarnya.
Menurutnya, solidaritas sesama driver selama ini terjalin tanpa memandang atribut atau aplikasi.
Dika dikenal aktif dan peduli terhadap sesama rekan driver. Ia bergabung dengan Komando Batam sejak 2023. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Dika memiliki akun di beberapa aplikasi ojek online seperti Grab, Maxim, dan Gojek.
Warga sekitar juga mengenal Dewa dan ibunya sebagai sosok ramah. Sejak ayahnya meninggal, ibu dan anak itu tinggal berdua di rumah sederhana mereka.
Pagi nahas itu, Dewa tengah mengantar ibunya pergi bekerja di kawasan Mukakuning. Perjalanan yang biasa mereka lalui justru menjadi akhir kisah kebersamaan keduanya. (cik)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.