POS-KUPANG.COM, KUPANG - Yohanes Sason Helan ikut menghadiri rapat perdana pengurus dan pengawas KSP Kopdit Swasti Sari periode 2026-2028 bersama jajaran manajemen.

Rapat tersebut dilaksanakan di Kantor Pusat KSP Kopdit Swasti Sari di Kelurahan Oeba Kecamatan Kota Lama Kota Kupang pada Jumat (15/5/2026) siang.

Baca juga: Pengurus Pengawas Kopdit Swasti Sari Dilantik Kadis Koperasi NTT, Sason Helan Protes

Baca juga: Ketua Pengurus Kopdit Swasti Sari Tanggapi Isu Ajakan Keluar dari Keanggotaan

Hadir juga manajemen yang terdiri dari GM KSP Kopdit Swasti Sari Imelda Anin, Wakil GM Kasimirus Kopong serta para kepala divisi.

Dalam konferensi pers yang digelar usai rapat, Wilhelmus Geri mengatakan bahwa dalam rapat perdana tersebut hanya satu pengawas yang menyampaikan izin karena berhalangan hadir, yakni Elias Koa.

"Setelah dilantik tanggal 11 Mei, hari ini kami menggelar rapat perdana," ungkap Wilhelmus Geri.

Karena itu, dirinya mengapresiasi pengurus dan pengawas yang telah menyatukan komitmen untuk terus memajukan KSP Kopdit Swasti Sari demi meningkatkan kesejahteraan anggota.

Dia mengungkapkan bahwa dalam rapat tersebut, pihaknya telah membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari pelaksanaan program kerja pengurus dan pengawas hingga berbagai isu yang berkembang pasca RAT.

Salah satu isu yang menjadi pembicaraan serius adalah tudingan suap sebesar Rp2 miliar kepada Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Linus Lusi untuk melantik pengurus dan pengawas, sebagaimana dipublikasikan salah satu media online.

Bantah Tudingan Suap Rp 2 Miliar 

Ketua Pengurus Kopdit Swasti Sari, Wilhelmus Geri dengan tegas membantah tudingan tersebut. Dia menyebut bahwa tuduhan yang beredar itu tidak benar dan tidak berdasar fakta.

Bantahan juga disampaikan Ketua Pengawas Lukas Huler. Dia memastikan bahwa apa yang dituduhkan tidak benar dan tidak pernah terjadi, baik dalam forum RAT maupun forum internal lainnya.

Hal yang sama juga disampaikan pihak manajemen. GM Kopdit Swasti Sari Imelda Anin menyebut bahwa narasi mengenai uang Rp2 miliar yang disebut dimasukkan ke dalam amplop coklat sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.

“Dana Rp2 miliar itu sangat besar. Tidak mungkin muat dalam amplop coklat, biasanya pakai karung,” ujar Imelda.

Wakil GM Kasmirus Kopong memastikan bahwa informasi yang beredar di media tersebut tidak benar. Dia meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap isu yang belum terverifikasi kebenarannya.

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.