Laporan Wartawan TribunJatim.com, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG- Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi berupa luncuran awan panas dengan amplitudo maksimal 22 milimeter, Jumat siang (15/5/2026).

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, erupsi berlangsung selama 4 menit 10 detik. Aktifitas tersebut terekam pada pukul 11.57 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Isnugroho, mengatakan aktifitas erupsi tersebut tidak teramati secara visual, karena Gunung Semeru sedang tertutup kabut.

"Terjadi APG tapi jarak luncur tidak diketahui karena Gunung Semeru tertutup kabut.Informasi dari Pos Pantau Gunung Semeru, awan panasnya sudah berhenti," katanya melalui sambungan telepon.

Baca juga: Gunung Semeru Kembali Dibuka untuk Pendakian Usai Erupsi, Kuota Hanya 200 Orang

BPBD Lumajang telah menyiagakan tim reaksi cepat (TRC). Lanjut dia, hal ini untuk bersiap mengamankan warga bila luncuran awan panas terus berlangsung hingga mendekati kawasan permukiman di radius 8 kilometer dari puncak kawah.

Oleh karena itu, Isnu mengimbau warga di sekitar lereng gunung berapi tersebut untuk tetap tenang dan menjaga kewaspadaannya sambil memantau perkembangan informasi dari petugas pos pantau Gunung Semeru.

"Saat ini di Gunung Semeru kerap terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kalau kita lengah, bahaya dari banjir lahar bisa membahayakan warga di sekitar aliran sungai yang berhulu ke Gunung Semeru," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati meminta warga tidak panik. Katanya, yang penting terus memantau perkembangan informasi dari Pos Pantau Gunung Api Semeru.

"Jarak luncurnya masih pada radius aman, warga sudah tahu harus apa, harapannya tidak ada hujan deras memicu banjir lahar," tambahnya.

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.