Laporan Wartawan TribunJatim.com, Lu'luul Isnainiyah

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, resmi mulai dibangun dan akan menjadi bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.

SPPG yang dalam binaan Polri itu akan melayani kisaran 2.000 penerima manfaat per hari.

Hari ini, Jumat (15/5/2026) dilakukan peletakan batu pertama. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Malang, Wakil Ketua Pelaksana Gugus Tugas Makang Bergizi Gratis (MBG), Wakapolres Malang, dan sejumlah perjabat lainnya. 

SPPG dibangun oleh Yayasan Peduli Berkah Nusantara yang targetnya akan beroperasi pada 1 Juli 2026. Dengan waktu pengerjaan kurang lebih selama 45 hari. 

Baca juga: Daftar Kesalahan Pengelolaan SPPG yang Diduga Bikin Ratusan Siswa Surabaya Keracunan MBG

Target Ribuan Penerima Manfaat per Hari

"SPPG binaan Polri saat ini hanya ada tiga di wilayah Kabupaten Malang. SPPG tersebut memiliki laporan terbaik. Hanya saja SPPG terbaik se-indonesia ada di Kecamata Pakis," kata Sanusi. 

Sanusi berharap pengelolaan SPPG yang akan dibangun ini bisa meniru di SPPG Pakis. Yaitu menu MBG dicicipi terlebih dahulu oleh petugas sebelum sampai ke penerima hingga mengirim dokumentasi menu makanan ke grup penerima. 

Selanjutnya, penerima manfaat bisa request menu semisal ada anak didik yang tidak cocok dengan menu tertentu. Dengan ini, Sanusi berharap MBG yang disajikan oleh SPPG bisa diterima dengan baik. 

"Kami harap itu bisa diterapkan di SPPG di bawah naungan Yayasan Peduli Berkah Nusantara. Ke depan juga bisa menjadi SPPG percontohan untuk lainnya," jelasnya. 

Kapasitas hingga 3.500 Penerima

Sementara itu, Pembina Yayasan Peduli Berkah Nsuantara, Muhammad Zidan menambahkan SPPG di Desa Talangsuko merupakan SPPG pertama dari yayasan ini. Melalui kolaborasi antara yayasan dengan Polri, Zidan berharap SPPG ini memberikan layanan terbaik baik penerimanya. 

"Untuk pembangunannya estimasinya memakan waktu 45 hari dan targetnya 1 Juli 2026 sudah mulai beroperasi," imbuh Zidan. 

SPPG yang akan dibangun ini diperkirakan mampu melayani 3.500 penerima manfaat. Namun, untuk awal launching baru ada 2.000 penerima dari tiga sekolah yang sudah terdata. 

"Di dapur ini kami siapkan food safety. Jadi sebelum makanan keluar, semua wajid dites terlebih dahulu untuk mengurangi risiko keracunan. Kami juga mengutamakan kebersihan," sambungnya.

Sebagaiman diketahui, kuota SPPG di Kabupaten Malang sebanyak 275. Dari total ini, SPPG yang sudah berdiri sebanyak 241 yang sudah beroperasional saat ini sebanyak 201 SPPG. 

SPPG ini telah melayani sebanyak 507.096 penerima manfaat di Kabupaten Malang.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.