TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Menjelang hari raya Idul Adha 2026, pedagang sapi di Desa Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, kini mulai dibanjiri pesanan.

Menariknya, kondisi ini tetap terjadi meskipun harga sapi kurban mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu.

Kenaikan tersebut disebabkan dari naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ikut berimbas pada biaya pengiriman hewan ternak yang didatangkan dari luar daerah, Jumat (14/5/2026).

Pemilik Peternakan Sapi di Desa Tepian Batang, Masran, mengaku naiknya harga BBM sangat berpengaruh terhadap biaya kirim.

Baca juga: 5 Daerah yang Memiliki Populasi Sapi Potong Terbesar di Kaltim

"Harga BBM ikut mempengaruhi naiknya harga sapi, karena sapi didatangkan dari luar daerah. Kalau tahun lalu harga sapi itu Rp18 juta, tahun ini harganya Rp19 juta per ekor. Ada kenaikan satu juta," terang Masran, saat ditemui TribunKaltim.co di peternakan miliknya, Kamis (13/5/2026).

Jenis sapi Bali yang diternaknya itu didatangkan dari Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) karena dianggap sebagai daerah yang memiliki sapi berkualitas.

"Berbeda-beda daerah kita mengambilnya, ada yang dari Sulawesi, Bali, NTB dan NTT. Cuman secara pribadi, sapi dari Kupang ini yang kualitas bagus, baik itu dari segi jenis, ukuran dan bobot menyesuaikan yang kita inginkan dan harganya lebih murah," tambahnya.

Adapun jumlah sapi yang dipesannya itu mencapai 120 ekor dan didatangkan secara bertahap dalam kurung waktu tertentu, dengan menyesuaikan permintaan.

Baca juga: Sapi Bali Dinilai Paling Cocok Dikembangkan di Paser, Ini Keunggulannya

Dalam dua pekan ini, jumlah pemesan di peternakan sapi miliknya itu mencapai 40 ekor dan masih tersisa 80 ekor.

Namun Masran optimis, sapi miliknya akan habis terjual.

"Karena menjelang Idul Adha ini permintaan ikut meningkat, utamanya menjelang hari kurban. Penjualan tetap stabil dan tidak mengalami penurunan, karena sudah ada yang langganan dan pastinya ada saja pelanggan baru," ungkapnya.

Bahkan kata Masran, 120 ekor sapi yang Ia datangkan saat ini jumlahnya masih akan bertambah karena tahun lalu sapi yang dipesannya mencapai 147 ekor.

Baca juga: 138 Sapi Kembali Disalurkan ke Peternak Paser Tahun Ini

Hal itu dikarenakan, selain melayani pembelian perorangan, ia juga menerima pesanan dari pihak perusahaan yang jumlahnya bisa sampai puluhan ekor dalam sekali pembelian.

"Penjualan di tahun ini kemungkinan tidak jauh berbeda tahun sebelumnya, karena pasti sapi akan kembali kita datangkan ke Paser," bebernya.

Selain kuantitas, Masran juga memastikan kondisi kesehatan sapi yang didatangkannya itu terjaga dan tidak terjangkit penyakit apapun.

Sebelum dikirim, sapi yang didatngkan itu telah menjalani proses pemeriksaan oleh Dinas Peternakan dari daerah asal dan setelah tiba di Paser kembali diperiksa oleh Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disbunak) Paser.

"Saat sapi datang itu, dari Disbunak Paser kembali melakukan pemeriksaan, sehingga bisa kami pastikan kondisinya sehat. Apalagi sapi-sapi ini kami cukupkan pakannya dan disuplai dengan vitamin," pungkas Masran. (*)   

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.