TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kawasan wisata Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, selama ini dikenal sebagai destinasi sejuk di lereng Gunung Lawu yang identik dengan kebun stroberi, kuliner khas pegunungan, dan panorama alamnya yang menenangkan.
Namun dalam beberapa waktu terakhir, ada tren baru yang ikut mewarnai pengalaman wisata di kawasan ini.
Baca juga: Warga Solo Jangan Lewatkan! Festival Balon Udara Minggu 17 Mei 2026 di Alun-Alun Utara Mulai 05.30
Selain membawa pulang stroberi atau oleh-oleh makanan khas, wisatawan kini juga banyak yang memilih membawa pulang buket bunga segar sebagai buah tangan.
Tren baru di jalur wisata Tawangmangu
Di sejumlah titik keramaian wisata, lapak penjual buket bunga mulai bermunculan dan menarik perhatian pengunjung.
Salah satunya berada di kawasan Florist Bukit Mongkrang, yang kini menjadi salah satu spot singgah favorit wisatawan.
Aktivitas merangkai bunga di lapak tersebut bahkan kerap berlangsung tanpa jeda.
Saat satu buket belum selesai disusun, pembeli lain sudah datang silih berganti, terutama pada akhir pekan ketika arus wisatawan meningkat.
Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan pola oleh-oleh wisata, dari yang sebelumnya lebih dominan makanan dan buah segar, kini bergeser ke produk estetika seperti buket bunga yang lebih “instagramable”.
Usaha buket bunga ikut tumbuh
Seorang penjual buket bunga di kawasan tersebut, Putri, menyebut tren ini membuat jumlah pedagang buket bunga di Tawangmangu meningkat dalam waktu relatif singkat.
Menurutnya, usaha ini baru berkembang sekitar satu tahun terakhir, namun sudah cukup ramai peminat.
Kunjungan pembeli paling banyak terjadi pada akhir pekan.
Baca juga: Tren Baru Piknik ke Tawangmangu, Tak Hanya Bawa Pulang Oleh-oleh Stroberi, Tapi juga Buket Bunga
Pada momen ramai, pendapatan pedagang bisa meningkat cukup signifikan, meski kini harus berbagi pasar dengan penjual lain yang semakin banyak.
“Kalau dulu masih sedikit yang jual, pendapatannya bisa lebih tinggi. Sekarang karena semakin banyak yang jual, rata-rata pendapatan jadi lebih stabil tapi lebih bersaing,” begitu gambaran kondisi yang dirasakan para pedagang di lapangan.
Harga buket yang ditawarkan pun cukup terjangkau.
Bunga satuan dijual mulai sekitar Rp5.000 per tangkai, sementara rangkaian buket bisa dibeli mulai Rp10.000 tergantung jenis dan susunan bunga yang dipilih pembeli.
Menariknya, pembeli buket bunga di kawasan ini tidak hanya didominasi pasangan muda. Anak-anak, remaja, hingga orang tua juga turut menjadi pelanggan.
Bagi sebagian pengunjung, membeli buket bunga menjadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri baik untuk hadiah, koleksi foto, maupun sekadar mengikuti suasana liburan di kawasan sejuk Tawangmangu.
Salah satu wisatawan asal Sragen, misalnya, mengaku membeli buket bunga karena mengikuti keinginan anaknya saat sedang berlibur. Momen spontan seperti ini cukup sering terjadi, terutama ketika wisatawan melintas dan tertarik melihat rangkaian bunga yang dipajang.
Fenomena buket bunga di Tawangmangu menunjukkan bagaimana destinasi wisata terus berkembang mengikuti selera pengunjung.
Baca juga: 5 Rekomendasi Kafe Estetik di Tawangmangu Karanganyar, Nongkrong dan Ngopi dengan View Alam Indah
Jika dulu oleh-oleh identik dengan buah stroberi segar, kini wisatawan punya lebih banyak pilihan yang bersifat personal dan visual.
Tren ini juga memperlihatkan bagaimana kreativitas pelaku usaha lokal mampu menciptakan daya tarik baru di kawasan wisata tanpa menghilangkan identitas alam dan kesegaran khas pegunungan Tawangmangu.
Dengan kombinasi wisata alam, kuliner, dan kini sentuhan estetika bunga, Tawangmangu semakin memperkaya pengalaman wisata yang bisa dinikmati dalam berbagai bentuk bukan hanya untuk dilihat, tetapi juga untuk dibawa pulang sebagai kenangan.
(*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.