SRIPOKU.COM, MURATARA — Kondisi Muhamad Fadli (29), kernet Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) 346 yang menjadi salah satu saksi kunci kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), kini dilaporkan mulai membaik.
Trauma mendalam yang sempat dialaminya pasca-insiden yang menewaskan 18 orang tersebut perlahan mulai berkurang.
Saat ini, warga Sibolga, Sumatera Utara tersebut berada di Loket ALS Singkut untuk menunggu jalannya proses hukum.
Didampingi kerabatnya, Parlindungan Lubis, Fadli tampak lebih segar dan rapi setelah mencukur rambutnya.
Baca juga: Pasca Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara, Polisi Lakukan Ramp Check Mobil Tangki Milik PT SRMD
Ia juga menerima bantuan pakaian dari pemilik loket setempat.
"Setelah seluruh proses hukum ini selesai, saya berencana pulang ke Tangerang, Banten untuk beristirahat dan menemui calon istri. Ada rencana untuk menikah," ujar Fadli, Kamis (14/5/2026).
Fadli mengaku sempat berniat berhenti menjadi kernet akibat trauma berat.
Ia menyaksikan langsung detik-detik tabrakan hebat antara bus yang ditumpanginya dengan truk tangki BBM milik PT Seleraya.
Saat kejadian, mayoritas penumpang sedang tidur lelap dan bermain ponsel.
Ia berhasil menyelamatkan diri dengan melompat keluar, sementara dua penumpang lain, Ngadiono dan Jumiatun, berhasil keluar melalui jendela depan yang pecah.
"Sopir pingsan dan langsung terbakar. Saya melihat langsung kedua penumpang itu keluar lewat jendela, bahkan baju penumpang perempuan (Jumiatun) sempat terbakar," kenang Fadli.
Berdasarkan kesaksian Fadli, Bus ALS 346 tersebut berangkat dari Pati, Jawa Tengah.
Sebelum kecelakaan terjadi, bus sempat mengalami kendala air radiator kering di Simpang Mio, Lahat, serta melakukan bongkar muat barang di Lubuklinggau.
Fadli juga membeberkan bahwa armada Bus ALS yang mengalami kecelakaan tersebut sebenarnya sudah mendekati masa akhir operasionalnya setelah 24 tahun melayani rute Jawa-Sumatera.
"Bus itu rencananya habis masa layak pakainya pada Oktober 2026 nanti, dan memang ada rencana peremajaan dari perusahaan," ungkapnya.
Hasil Penyelidikan Kepolisian
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Muratara, AKP M Karim, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah berhasil mengidentifikasi seluruh data korban melalui pengumpulan data secara acak.
Kecelakaan ganda ini melibatkan Bus ALS nomor polisi BK-7778-DL yang dikemudikan oleh Alif (meninggal dunia), dengan truk tangki tangki R6 nomor polisi BG-8196-QB milik PT Seleraya yang dikemudikan oleh Aryanto bersama kernetnya, Martono.
"Dugaan awal, Bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi. Saat di lokasi kejadian, bus berusaha menghindari lubang jalan sehingga kehilangan kendali dan masuk ke jalur kanan," kata AKP M Karim.
Pada saat bersamaan, truk tangki Seleraya datang dari arah berlawanan, sehingga tabrakan hebat tidak dapat terhindarkan dan memicu kobaran api.
Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi dan kernet truk tangki, serta sopir bus dan 14 penumpang bus meninggal dunia di lokasi dengan kondisi terbakar. Jenazah para korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi.
Sementara itu, tiga korban selamat yang mengalami luka bakar langsung dilarikan ke RSUD Rupit guna mendapatkan perawatan intensif.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.