TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tak hanya sekedar hobi, Januardi (66) hampir setiap hari memancing di Muaro Lasak, Jalan Samudera, Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang untuk melepas penat di kepala.
Pagi itu, Kamis (14/5/2026), di atas batu besar dan di bawah pohon rindang di pinggiran muara, Januardi merajut umpan cacing ke kail pancing miliknya.
Angin sepoi-sepoi dan cuaca mulai terik, cukup menyejukkan diri melepas penat sembari memancing di sana.
Pancing Januardi mulai dilepas ke muara dengan air yang tampak kotor dan beberapa helai sampah plastik melintas.
Harapan ia tumpukan pada kail pancing dengan joran berwarna hitam yang ia bawa dari rumahnya, Balai Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Baca juga: 14 SPPG Solok Selatan Beroperasi, Pemkab Evaluasi Kelengkapan Izin dan Dorong Pelibatan UMKM Lokal
"Memancing ini hobi, tapi sekalian melepas stres," kata dia sembari memastikan jorannya disambar ikan di Muaro Lasak, sekira pukul 10.15 WIB.
Di lokasi yang berdekatan dengan jembatan di Muaro Lasak, ia hampir tak pernah cuti memancing.
Dalam seminggu, hanya hari Jumat yang ia kecualikan untuk menyalurkan hobi sekaligus melepas penat di kepala.
Penat ini kata Januardi, dipicu saat tidak ada kegiatan pasca ia pensiun dari pekerjaannya sebagai pegawai di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang.
Selain itu, sang istri juga terbaring lemah di rumah usai menderita stroke selama beberapa tahun terakhir.
"Saya sudah pensiun, jadi tidak ada kegiatan, makanya memancing. Selain itu, istri juga sakit stroke sudah empat tahun lamanya," ucap pria kelahiran 1960 itu.
Baca juga: Samuel Simanjuntak Siap Beri Hasil Terbaik di Laga Kandang Terakhir Sebelum Renovasi Stadion
Dari rumahnya di Balai Gadang, Januardi berangkat ke Muaro Lasak setiap pagi, hobi itu ia akhiri hingga salat Asar usai.
Namun sebelum berangkat, rutinitasnya setiap pagi membawa sang istri merasakan panasnya mentari pagi.
Tujuan Januardi, agar kesehatan sang istri berangsur membaik. Barulah setelah itu, ia memancing di Muaro Lasak.
"Kecuali hari Jumat, saya selalu memancing setiap pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, selepas membawa istri berjemur di luar rumah," sebutnya.
Alasan itulah yang membulatkan tekadnya untuk menenangkan diri sembari menyalurkan hobi.
Baca juga: Laga Kandang Terakhir, Semen Padang Menjajal Pemain Pelapis demi Evaluasi Musim Depan
Bagi dia, hasil tangkapan urusan belakangan, namun hobi dan melepas penat di kepala adalah hao utama.
"Dapat atau tidaknya ikan urusan belakang, yang penting hobi dan stres bisa hilang," ucap Janurdi sembari tersenyum tipis.
Hobi memancing Januardi sudah dimulai sejak tahun 1980. Semasa remaja, ia mengaku kondisi Muaro Lasak bukan seperti saat ini.
Saat itu, Muaro Lasak belum dibangun dam di bagian pinggirnya. Sehingga laut berhubungan langsung dengan Muara.
Keuntungan sebelum dibangun Dam, ikan dengan mudah keluar masuk Muara dari laut lepas di Pantai Padang.
Bagi pemancing, kondisi tersebut sangat memudahkan dalam mendapatkan tangkapan ikan, di bandingkan sekarang.
Baca juga: Semen Padang Bidik 3 Poin untuk Kado Perpisahan di Kandang, Imran Siapkan Perubahan Lawan Persebaya
"Dulu belum di Dam, banyak rumput di bagian tepi muara, ikan senang berkumpul di rumput-rumput. Kalau sudah di Dam ini, ikan jarang masuk ke muara, apalagi Muaro Lasak dibuat berbelok," pungkas pensiunan pegawai Dispora Padang itu.
Semasa remaja ia juga mengaku tangkapan ikan selalu memuaskan, di samping menyalurkan hobi memancing.
Tangkapan 10 ekor ikan sehari bisa didapat Januardi. Berbeda dengan sekarang, ikan mulai sulit ditangkap akibat kondisi muara yang tak seperti dulu.
Kondisi ini juga diperparah saat debit air muara meningkat akibat hujan lebat sejak Rabu (13/5/2026) siang kemarin.
"Selain debit besar, muara tercemar akibat sampah banyak yang terbawa, jadi tambah sulit untuk mendapat ikan. Kail pancing juga sering tersangkut akibat sampah," tambahnya. (*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.