TRIBUNPADANG.COM, MENTAWAI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya gempa bumi mengguncang wilayah Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Kamis (14/5/2026).
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, mengatakan gempa bumi tersebut berkekuatan 4.0 magnitudo.
Gempa tektonik tersebut terjadi pada pukul 13.27 WIB.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2.15° LS ; 100.01° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 49 km timur Tuapejat, Sumbar.
Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 45 kilometer.
Baca juga: Update Banjir Lintau Buo Tanah Datar: 131 KK Terdampak, 3 Rumah Hanyut dan 6 Jembatan Putus
"Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempa. Ini merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Mentawai," ujarnya.
Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa dirasakan di wilayah Pagai dan Sipora dengan skala intensitas I-II MMI.
Pada skala ini, getaran hanya terekam oleh alat atau dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Hingga pukul 14.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.
Dalam kejadian gempa selalu diikuti dengan skala MMI.
Skala MMI (Modified mercalli Intensity) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa.
Skala MMI dibagi menjadi 12 berdasarkan informasi korban selamat dan kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi tersebut.
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
Baca juga: Medison Resmi Jabat Sekda Dharmasraya, Tekankan Keselarasan Birokrasi
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.
Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Semua orang di rumah keluar.
Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.
Dan, getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
Baca juga: Langganan Banjir, Warga Arai Pinang Padang Resah: 3 Jam Hujan, Barang Harus Dievakuasi
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.(*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.