Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Band Black Horses resmi merampungkan album terbaru mereka bertajuk Jahanam yang akan dirilis pada 15 Mei 2026.
Menariknya, album ini menjadi proyek penuh pertama John Paul Patton atau Coki vokalis dari band Kelompok Penerbang Roket sebagai produser satu album.
Coki mengaku langsung tertarik saat pertama kali diajak bekerja sama oleh personel Black Horses. Menurutnya, ia dan para personel punya selera musik yang mirip, terutama referensi musik era 70-an.
“Kayaknya langsung deh. Noval kasih tawaran, gue bilang ‘Ayo, gas!’ gitu. Gue tertarik banget,” kata Coki dalam jumpa pers di M bloc Space, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
Bukan hanya bertindak sebagai produser musik, Coki juga terlibat hingga ke konsep visual album Jahanam.
Baca juga: Aksi Black Horses Gemparkan Panggung Pestapora 2024
Mulai dari artwork, photoshoot, hingga pemilihan model video musik ikut ia pikirkan bersama para personel.
Personel Black Horses, Julian Aditya (drummer), membenarkan keterlibatan besar Coki dalam penggarapan visual album tersebut.
“Iya benar. Bang Coki juga bantu kita di visual. Terutama spesifiknya di cover albumnya,” ujar Julian.
Coki mengaku dirinya memang cukup perfeksionis dan memikirkan keseluruhan paket album, baik dari sisi audio maupun visual.
“Satu album itu kan ada audio dan visual. Karena gue cukup involved di musiknya, jadi sekalian aja mikirin visualnya,” ucap Coki.
Sementara itu, Dimas Oscario (vokal) mengatakan seluruh personel Black Horses memilih percaya penuh terhadap arahan Coki selama proses produksi berlangsung.
“Kita lebih ke percaya sih sama Bang Coki. Pas dia kasih ide, ‘Oke Bang, gas!’ gitu,” kata Dimas.
Dalam album Jahanam, Black Horses disebut menghadirkan pendekatan musik yang berbeda dibanding album sebelumnya. Jika dulu mereka dikenal dengan aransemen progresif dan kompleks, kini musik mereka dibuat lebih sederhana namun tetap kuat secara karakter.
“Sekarang lebih straightforward, lebih minimalis. Jadi semua part lebih ter-highlight,” jelas Coki.
Album ini juga sepenuhnya menggunakan lirik berbahasa Indonesia. Bahkan, Coki menyebut ada satu lagu balada yang menjadi sisi “baik” di tengah nuansa album yang “jahat”.
“Biar lengkap aja. Ada satu lagu yang jahat banget, ada satu lagu yang baik,” ujar Coki sambil tertawa.
Di sisi lain, Kevin Indriawan (gitar) mengungkap proses pengerjaan album Jahanam memakan waktu sekitar enam bulan. Meski awalnya direncanakan rilis sebelum Ramadan, Black Horses memutuskan menunda demi mematangkan materi.
“Harusnya bisa sebelum puasa kemarin, cuma ya butuh persiapan,” kata Kevin.
Pengalaman diproduseri orang lain untuk pertama kalinya juga memberi perspektif baru bagi Black Horses. Kevin menyebut Coki banyak mengarahkan mereka untuk menahan ego bermusik yang terlalu kompleks.
“Biasanya Black Horses arrange-nya gokil banget, terus Bang Coki bilang, ‘Kalau dihabisin aja gimana?’ Ternyata hasilnya asik juga,” tutur Kevin.
Album ini diketahui berisikan sembilan lagu, diantaranya: Manusia Setengah Kuda; Makan Tuan; Jahanam Mawar Api; Berkurang di Neraka; Peduli Setan; Tirani Tua; Jejak waktu dan Distorsi Menggema.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.