Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kehadiran Unta Timur Tengah yang diimpor peternakan Berkah Wafa Fram (BWF) di Dusun Dateng, Desa Watesnogoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sukses menarik perhatian publik.

Tidak hanya warga, sejumlah pejabat hingga polisi kini mulai melirik, bahkan berminat membeli unta yang didatangkan dari Australia tersebut.

Baca juga: Bocah SD Lumajang Nyaris Jadi Korban Begal saat Pulang Sekolah, Polisi Heran Ortu Izinkan Naik Motor

Salah satunya adalah Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto.

Ia awalnya mengetahui dari kerabatnya adanya peternakan unta yang viral di media sosial. 

Menurut AKBP Edy, dirinya berkunjung ke Mojokerto usai diminta kerabatnya yang memiliki usaha Mini Zoo untuk melihat kondisi satwa secara nyata di peternakan. 

"Kebetulan ada saudara memiliki usaha Mini Zoo yang berkeinginan untuk membeli unta itu," ujar AKBP Edy saat ditemui di peternakan unta Ngoro, Rabu (13/5/2026).

"Karena tempat saya (Surabaya) cukup dekat dengan lokasi, maka saya dimintai tolong mengecek yang ternyata menarik juga," lanjut dia.

Rencana dari kerabatnya, unta jenis punuk satu di peternakan ini akan diborong untuk menambah koleksi hewan di kebun binatang kecil Jawa Timur. 

"Rencananya cuma beberapa pasang, tapi cuma tersedia yang bisa dijual tiga pasang. Insyaallah kita ambil semuanya," ucap AKBP Edy.

"Kalau harganya boleh ditanyakan ke pemiliknya, yang jelas kita diberi harga khusus," lanjutnya.

Edy tampak sudah terbiasa bercengkrama dengan satwa khas gurun pasir tersebut.

Ia beberapa kali memberikan pakan unta dengan sayuran wortel.

Si unta yang jinak kemudian melahap semua wortel yang diberikannya. 

Tangan Edy sesekali mengelus leher bawah unta seolah manja dengan pengunjung.

Dirinya berharap, hewan mamalia ini dapat dibudidayakan di Indonesia, sehingga dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat secara luas. 

"Mudah-mudahan ini bisa berkembang di Indonesia, menjadi salah satu hewan yang bisa dikembangkan. Sehingga, semakin banyak hewan peliharaan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," pungkasnya. 

Pemilik peternakan, Faisal Effendi (45) menyebut, dirinya menyambut baik kedatangan pengujung yang ingin membeli unta di peternakannya. 

Namun, sampai saat ini masih dalam tahap penjajakan tawar menawar, belum ada akad jual beli hewan ternak. 

Harga unta tidak pasti dan tidak ada patokan, namun untuk saat ini di kisaran Rp200 juta ke atas. 

"Unta yang laku masih beberapa karena ada dipinjam teman (peternak). Kalau tadi masih tahap awal karena belum ada kesepakatan."

"Jika ada DP (Down Payment), baru itu bisa dikatakan terjual," tukasnya.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.