BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Meninggalnya Hasanaj seorang Ustadzah di Sungai Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan meninggalkan duka mendalam kepada kerabat korban hingga rekan-rekan korban.

Mereka tak melupakan sosok pengajar  yang dikenal ramah ini. Terungkap juga korban ternyata sempat meminta ini kepada ibu sambungnya. 

Dua pelaku pembunuhan ini pun telah ditangkap pihak Polres Banjarbaru

Ibu Sambung korban, Mudiah mengungkapkan permintaan terakhir almarhumah Ustadzah Hasanah

Menurutnya Pada Selasa (28/4/2026), korban yang bekerja menjaga toko di kawasan Martapura menghubungi dirinya untuk dibawakan air minum karena kehausan. Permintaan korban ini disebut tidak seperti biasanya.

Baca juga: Sosok Mayat Perempuan di Sungaiulin Banjarbaru, Guru Pesantren di Banjar, Ini Kondisi Saat Ditemukan

Baca juga: Mayat Perempuan Muda di Sungai Ulin Banjarbaru Diduga Korban Pembunuhan, Polisi: Ada Luka di Kepala

“ada pesan WA-nya. Dia bilang sangat haus dan minta dititipkan es. Itu dia dari toko. Saya bilang, sore nanti Mama ke sana karena motornya sedang dipakai Bapak bekerja,” katanya.

Pada sore hari, Ibunya pun langsung keluar rumah membelikan minuman dan mengantarkannya ke tempat korban bekerja. Ternyata, pertemuan saat mengantarkan minuman itu adalah terakhir kalinya korban berkomunikasi dengan ibunya sebelum ditemukan tewas.

“Sempat (bertemu), tapi dia (korban) tidak banyak bicara, cuma diam saja. Saya bingung kenapa dia diam saja. Padahal saya bilang dia terlihat cantik sekali, dia cuma tersenyum, saya sempat menegurnya,” katanya.

Lanjut Mudiah, korban diketahui memiliki rutinitas mengajar di pondok pesantren Muraa’tul Lughah Martapura dan bekerja sif sore di toko hingga pukul 19.00 Wita. Ia dilaporkan hilang setelah tidak pulang sejak Selasa malam dan tidak masuk mengajar pada Rabu (29/4/2026) siang. Ia bersama teman lain mulai mencari setelah korban tidak muncul di pondok maupun tempat kerja di hari itu.

Jasad korban ditemukan Rabu (29/4/2026) malam, sekitar satu jam setelah pencarian, dalam posisi telentang dan tertutup rumput di lokasi yang sepi. Sementara,  belakangan motor korban sudah terlebih dahulu ditemukan tidak jauh dari tempat kejadian.

Ibu sambung korban juga mengaku sempat bertemu pelaku di sekitar lokasi saat pencarian, yang saat itu terlihat tenang dan tidak mencurigakan. Bahkan sempat mempersilakan untuk mencari di sekitar pondok tempat tinggal kedua pelaku tersebut.

“Iya, ulun nanyakan (ke pelaku), ulun mencari anakku mulai semalam kadada datang, permisi jar ulun. Iya Bu, silakan katanya. Dicari tidak ada, ke atas panggung ulun mencari tidak ada. Terima kasih, Pak, cari lagi, lalu dia bilang, ‘Ya insyaallah dapat saja Bu’,” tutur Mudiah.

Setelah terus mencari, korban kemudian ditemukan di anyara waktu Magrib dan Isya dengan posisi telentang tertutup rerumputan tidak jauh dari lokasi pondok tempat para pelaku tinggal.

“Ulun kenal itu, kelihatan sama perutnya. Posisinya telentang ditutupi rumput. Kada kelihatan dari jalan padahal dekat jalan, tapi di situ jalannya jarang dijalani orang kalau malam,” ujarnya.

​Mudiah melanjutkan, almarhum dikenal sebagai anak yang sangat baik, mandiri, dan tidak pernah bermasalah. Ia telah menjadi yatim piatu sejak usia 10 tahun dan bekerja keras menjadi tulang punggung bagi dirinya sendiri.

Sebagai ​ibu sambung korban, ia merasa sangat terpukul dan hancur. Ia menuntut keadilan agar pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya.

“Dihukum seberat-beratnya. Saya ingin pelaku dihukum mati,” harapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.