TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Yudistiro Mangkubuono resmi menahkodai Indonesia eSports Association Provinsi Kalimantan Timur atau IESPA Kaltim untuk lima tahun ke depan.
Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua IESPA Kaltim dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) yang digelar di Hotel Grand Tiga Mustika Balikpapan, Jumat (1/5/2026) sore.
Dari pantauan Tribunkaltim.co, Musprov tersebut dihadiri para ketua dan pengurus IESPA se-Kalimantan Timur, serta sejumlah pegiat dan pengurus eSport dari berbagai daerah di Kalimantan Timur dan instansi terkait lainnya.
Terpilihnya Yudistiro Mangkubuono secara aklamasi menjadi penanda dimulainya babak baru pembinaan eSport Kalimantan Timur.
Baca juga: ESI Balikpapan Luncurkan Program Esgame Untuk Dukung Esport dan UMKM
Yakni, dengan target besar membangun ekosistem yang lebih matang hingga memburu medali emas di ajang nasional.
Usai terpilih, Yudistiro Mangkubuono langsung bergerak cepat dengan menyusun jajaran pengurus baru sebagai langkah awal konsolidasi organisasi.
Fokus utama yang diusung adalah memperkuat fondasi komunitas eSport di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
“Ini tanggung jawab yang cukup besar. Insya Allah kita upayakan semuanya semaksimal mungkin. Program kerja ke depan tentu kita akan selalu menggandeng teman-teman komunitas sebagai yang utama. Karena kita butuh ekosistem eSport yang matang untuk satu Kalimantan Timur,” ujar Yudistiro Mangkubuono usai Musprov.
Baca juga: Sosok Tommy Hermawan Lo, Pemilik Klub Liga 1 Dewa United, Rekam Jejaknya di Basket hingga eSport
Menurutnya, penguatan komunitas menjadi kunci utama dalam membangun prestasi.
Karena itu, IESPA Kaltim di bawah kepemimpinannya akan mendorong sinergi dengan seluruh pengurus kabupaten dan kota yang telah terbentuk untuk bersama-sama membangun ekosistem eSport yang lebih kompetitif.
“Kita akan kerja sama dengan seluruh ketua kabupaten kota yang sudah memiliki SK. Daerah-daerah yang masih belum terlalu ramai akan kita kembangkan lagi bersama-sama,” katanya.
Dalam Musprov tersebut, tercatat delapan kabupaten/kota ikut ambil bagian, dengan lima daerah hadir langsung dan tiga lainnya mengikuti secara daring.
Baca juga: Alasan Paser Ikut Berlaga dalam Cabor Esport Mobile Legend Porwada Kaltim
Sementara dua daerah lainnya, yakni Mahakam Ulu dan Kutai Barat, hingga kini masih belum memiliki kepengurusan resmi.
Kondisi itu menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan baru IESPA Kaltim untuk segera menuntaskan pembentukan organisasi di dua wilayah tersebut agar pembinaan eSport dapat berjalan merata di seluruh daerah.
“Yang belum terbentuk itu Mahakam Ulu dan Kutai Barat. Artinya ini menjadi tugas kami ke depan untuk ikut membangun dan membentuk kepengurusan di sana,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada konsolidasi internal, Yudistiro Mangkubuono juga mulai memanaskan mesin menuju Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) 2027 di Palu.
Baca juga: Atlet PWI Kaltim Cabang Esport Sumbang Medali Perak di Porwanas XIV Kalsel
Meski cabang gim yang akan dipertandingkan masih menunggu keputusan pusat, IESPA Kaltim memastikan persiapan tetap berjalan.
“Kita masih menunggu game resmi dari pusat, tapi sambil menunggu kita tetap jalan. Seleksi tetap dilakukan, latihan terus berjalan, dan turnamen untuk teman-teman eSport juga akan terus digelar,” jelasnya.
Menariknya, IESPA Kaltim juga mulai membidik sektor pendidikan sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang.
Dalam waktu dekat, eSport akan mulai didorong masuk ke lingkungan sekolah sebagai upaya regenerasi atlet sejak dini.
Baca juga: Mengenal 2 Atlet eSport Asal Berau, akan Wakili Kaltim dalam PON 2024 di Aceh Sumatera Utara
“Kita akan coba masuk ke ranah sekolah dalam waktu dekat. Karena pembinaan itu harus dimulai dari bawah kalau ingin hasilnya maksimal,” ujarnya.
Meski enggan memasang target muluk, Yudistiro Mangkubuono tetap optimistis Kaltim mampu bersaing di level nasional.
Apalagi, Kalimantan Timur pernah mencatatkan prestasi membanggakan saat Fornas Bandung dengan meraih satu medali emas dan satu perak.
“Kita enggak muluk-muluk, tapi kita akan upayakan yang terbaik. Kalimantan Timur pernah juara umum dua, pernah dapat satu emas dan satu perak. Artinya peluang itu tetap ada,” katanya optimistis.
Baca juga: Borneo FC Esport Raih Posisi Runner Up Liga 1 Nasional
Selain fokus pada prestasi, agenda terdekat IESPA Kaltim juga akan diarahkan pada penyelenggaraan event kolaboratif yang menggabungkan eSport dengan festival kreatif.
Konsep yang tengah digarap tak hanya menghadirkan turnamen gim, tetapi juga konser musik hingga pelibatan pelaku UMKM.
“Kita sedang siapkan event besar. Konsepnya festival, ada konser, ada UMKM, dan ada eSport juga. Jadi bukan hanya bicara kompetisi, tapi juga mendorong ekonomi kreatif lewat kolaborasi,” pungkasnya. (*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.