TRIBUNKALTIM.CO,TANA PASER - Desa Maruat dan Muara Telake, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser didorong menjadi sentra olahan rumput laut yang dapat menjadi potensi unggulan daerah.
Kedua wilayah ini memiliki sumber daya rumput laut yang melimpah, hasil budidaya yang dikembangkan dengan metode polikultur di tambak milik warga.
Dari hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) pada 30 April lalu oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser, terhadap program pelatihan pengolahan rumput laut yang diikuti sejumlah warga di Desa Maruat dan Muara Telake, menunjukkan hasil yang memuaskan.
Kepala Disnakertrans Paser, Rizky Noviar menyampaikan bahwa selama ini rumput laut dari kedua desa tersebut hanya dikirim keluar daerah hanya dalam bentuk bahan baku.
"Kami melihat peluang untuk pengembangan rumput laut ini, supaya masyarakat bisa menciptakan produk dari hilirisasi rumput laut sehingga bisa mendapatkan penghasilan di luar budidaya maupun pengiriman ke luar daerah," terang Rizky, Jumat (1/5/2026).
Baca juga: Tantangan Eks Pekerja Migran Indonesia di Nunukan, dari Eksploitasi Rumput Laut hingga Ijazah
Tahun lalu, terdapat 16 masyarakat dari dua desa yang mengikuti pelatihan pengolahan rumput laut untuk dijadikan sebagai produk bernilai ekonomis.
Disnakertrans Paser terbukti berhasil mendorong hilirisasi produk tersebut, karena masyarakat dari kedua desa itu telah berhasil menghasilkan beragam produk olahan rumput laut.
"Kalau di Desa Maruat ada 14 produk dan di Desa Muara Telake 12 produk, bahkan beberapa dari mereka telah mengirim produknya ke luar daerah seperti Sulawesi. Ini menjadi bukti bahwa pelatihan yang kami lakukan berhasil, karena produk yang dihasilkan sudah memberi feedback ekonomi bagi masyarakat," tambahnya.
Pemkab Paser, sambung Rizky juga telah berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap pelaku usaha, salah satunya dengan bantuan permodalan untuk pengembangan usaha.
Termasuk dalam hal penambahan peralatan produksi melalui program Kredit Paser Tuntas, yang memberi akses pinjaman permodalan bagi pelaku UMKM dengan bunga nol persen.
"Dari pihak desa nanti bisa membantu masyarakat untuk mengusulkan pinjaman dari program kredit Paser Tuntas itu, sehingga pelaku-pelaku usaha lokal bisa mengembangkan produknya dan memenuhi target-target pemasaran di luar Kabupaten Paser," imbuhnya.
Baca juga: 2 Nelayan Rumput Laut Hilang Usai Perahu Karam di Perairan Nunukan
Meski telah berhasil membuat produknya, salah satu kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha di Desa Maruat dan Muara Telake ini ialah pemasaran dan kemasan yang dapat menarik minat konsumen.
Kedepannya, Disnakertrans Paser berencana menggelar pelatihan digital marketing untuk pelaku usaha agar mudah memasarkan produknya.
"Kami akan mengadakan pelatihan digital marketing, supaya para pelaku usaha kita di daerah bisa memahami bagaimana memasarkan produk mereka dan menjangkau pangsa pasar yang lebih luas," pungkas Rizky. (*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.