BANGKAPOS.COM -- Inilah sosok Nurlela (39), seorang guru di Jakarta Timur, meninggal dunia setelah menjadi korban dalam kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).

Kepergian Nurlela membawa duka mendalam, khususnya bagi keluarga besar SD Negeri 11 Pulo Gebang tempat ia mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik.

Sosoknya dikenal sebagai guru berprestasi yang memiliki dedikasi tinggi dalam membimbing para siswa.

Kepala sekolah, Maryati, mengenang Nurlela sebagai pribadi yang kreatif serta penuh inisiatif.

Ia menyebut almarhumah kerap melahirkan berbagai ide inovatif yang memberikan dampak positif bagi kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

Baca juga: Jejak Karier Dudung Abdurachman Jabat Kepala Staf Kepresidenan, Dulu Viral Jualan Bakso

Nurlela, yang mengajar di kelas II C, mengembuskan napas terakhir di RSUD Bekasi setelah sempat mendapatkan penanganan medis.

Semasa hidupnya, ia dikenal bertanggung jawab dan memiliki komitmen kuat terhadap dunia pendidikan.

Sejumlah program yang ia gagas masih terus berjalan hingga kini. Salah satu yang paling berkesan adalah kegiatan literasi rutin setiap hari Kamis yang melibatkan seluruh siswa.

Warisan pemikiran dan dedikasinya kini menjadi inspirasi bagi rekan guru maupun murid di sekolah tersebut.

Gagas Gerakan Literasi

Salah satu inovasi yang tetap dijalankan adalah gerakan literasi setiap Kamis, yang menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka.

"Kami setiap hari Kamis itu ada yang disebut dengan Kamis Liburan, itu untuk literasi,

Jadi kreativitas anak-anak itu kita tampilkan, hanya saja kita per kelas ya," ucap Maryati.

"Sehingga setiap hari Kamisnya itu bisa menampilkan kreativitas yang sekaligus pembelajaran itu secara bersama-sama di lapangan," jelasnya.

Maryati menambahkan, kepergian Nurlela meninggalkan kehilangan besar bagi lingkungan sekolah.

"Kita melihat (kabar duka) ada teman kita dari TV. Tentu saja murid kita semua, dewan guru sangat-sangat kehilangan beliau dan juga kita memang kondisi masih ya berduka ya," tutur Maryati.

Mengabdi Sejak 2019

Nurlela diketahui telah mengajar sejak 2019 dan baru saja menyelesaikan pendidikan S2 di salah satu universitas di Jakarta. Dedikasinya terhadap pendidikan terus ia tunjukkan hingga akhir hayatnya.

Maryati juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah rutin menggelar doa bersama setiap pagi untuk almarhumah.

"Kita doa, dari selasa, Rabu sampai sekarang hari Kamis. Iya, kita berdoa selalu untuk beliau di pagi hari bersama anak-anak," ungkapnya.

Sebelumnya, kecelakaan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi di area emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Insiden diduga bermula ketika KRL menabrak sebuah taksi di perlintasan dekat palang pintu, yang kemudian berujung pada tabrakan dengan kereta jarak jauh.

Dalam kejadian tersebut, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 16 orang. Sementara puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di berbagai rumah sakit, termasuk RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Hingga kini, sekitar 90 korban masih menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan di sekitar lokasi kejadian.

(TribunTrends.com/Kompas.com/Bangkapos.com)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.