TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Seorang bocah berusia 11 tahun bernama Al-Ghazali yang dilaporkan hanyut di Sungai Ciliwung akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (23/4/2026).

Peristiwa bermula pada Selasa (21/4/2026) ketika korban terseret arus di kawasan Jalan Tanah Rendah, Rukun Tetangga 10 Rukun Warga 08, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. 

Arus sungai yang deras diduga menyebabkan korban tidak dapat menyelamatkan diri.

Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari  menyatakan dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup.

"Kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, kami sampaikan kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras dalam upaya pencarian ini,” ungkapnya dalam keterangan Jumat (24/4/2026).

Pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang dipimpin Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet serta melakukan pemantauan dari jalur darat. 

Pencarian dilakukan hingga radius sekitar 13 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut.

Setelah dua hari pencarian, jasad korban ditemukan pada pukul 08.20 Waktu Indonesia Barat di perairan Kaliadem Muara Angke, Jakarta Utara, berdasarkan informasi dari Polisi Perairan dan Udara Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya.

Sekitar pukul 09.30 Waktu Indonesia Barat, korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan pemeriksaan visum.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dinyatakan selesai. 

Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta menyampaikan duka cita kepada keluarga korban serta apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.