TRIBUNJABAR.ID - JAKARTA - Kementerian Hukum (Kemenkum) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Purnabakti Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen dalam mempersiapkan pegawai yang akan memasuki masa pensiun.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkum, Nico Afinta, menekankan tiga aspek utama yang harus dipersiapkan dalam menghadapi masa purnabakti. Pertama adalah menjaga kesehatan iman dan mental yang menjadi salah satu fondasi penting dalam menjalani fase baru kehidupan.

“Tidak semua orang siap secara mental menghadapi masa pensiun, sehingga penting untuk membangun lingkungan sosial yang positif, seperti komunitas hobi, alumni, maupun pertemanan, tentunya dengan menjaga keimanan juga seperti berdoa dan lain sebagainya,” tutur Nico dalam pembekalan purnabakti pegawai Kemenkum, di Graha Pengayoman, Kamis (23/04/2026).

Kemudian, fondasi kedua yaitu kesehatan fisik, dan yang ketiga adalah kesehatan keuangan. Menurut Nico, tidak semua pegawai memahami pengelolaan keuangan pascapensiun, sehingga materi yang disiapkan dalam kegiatan pembekalan pensiun ini menjadi sangat relevan.

Lebih lanjut, Nico Afinta mengajak para calon purnabakti untuk tetap bersemangat dan terus berkontribusi bagi Kemenkum. Ia menegaskan bahwa pengabdian tidak berhenti saat masa dinas berakhir.

“Dengan adanya transformasi digital di lingkungan Kemenkum, para purnabakti tetap dapat menyumbangkan pemikiran, pengalaman, dan masukan melalui berbagai kanal komunikasi seperti melalui Instagram, WhatsApp atau call center,” kata Nico.

“Jika masih melihat adanya kekurangan dalam pelayanan, baik di kantor wilayah maupun pusat, jangan ragu untuk memberikan masukan. Pengalaman yang dimiliki merupakan aset berharga bagi kemajuan institusi,” lanjutnya.

Di akhir sambutannya, Nico Afinta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pegawai yang akan memasuki masa purnabakti atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama ini kepada Kemenkum.

Sementara itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kemenkum, Sunu Tedy Maranto, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan mempersiapkan pegawai secara menyeluruh menjelang masa purnabakti.

“Kesiapan tersebut mencakup aspek psikologis, finansial, dan kesehatan. Semua harus dipersiapkan sejak awal agar para pegawai dapat menjalani masa purnabakti dengan baik,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa rangkaian kegiatan pembekalan meliputi pemeriksaan kesehatan, sesi motivasi, serta pembekalan terkait kewirausahaan guna mendorong para purnabakti tetap produktif.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para calon purnabakti dapat memasuki fase kehidupan baru dengan kesiapan yang matang, serta tetap menjadi pribadi yang sehat, bahagia, dan sejahtera,” ujar Sunu.

Merespons arahan strategis terkait persiapan masa purnatugas tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, menyampaikan apresiasi mendalam dan komitmennya untuk terus mengawal kesejahteraan serta kesiapan pegawai yang akan memasuki masa pensiun di wilayahnya.

“Kami di Kanwil Kemenkum Jabar sangat mengapresiasi dan mendukung penuh program pembekalan purnabakti yang sangat komprehensif ini. Arahan Bapak Sekjen mengenai tiga fondasi utama kesehatan iman dan mental, fisik, serta finansial merupakan bekal yang sangat krusial agar masa pensiun tidak menjadi momen yang mengkhawatirkan, melainkan fase kehidupan baru yang membahagiakan dan tetap produktif”. 

“Dedikasi dan pengabdian kepada negara tidaklah usai saat masa dinas berakhir. Oleh karena itu, kami di Tatar Pasundan selalu menanamkan rasa kekeluargaan yang kuat, agar para senior yang kelak purnatugas tetap merasa menjadi bagian dari keluarga besar Pengayoman. Pemikiran, pengalaman, dan evaluasi konstruktif dari para purnabakti akan selalu kami nantikan sebagai energi tambahan untuk terus memajukan pelayanan publik Kemenkum di Jawa Barat,” tegas Asep Sutandar.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.