SURYA.CO.ID, SURABAYA - Satreskrim Polrestabes Surabaya intens menangani kasus praktik joki dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Dr. Edy Herwiyanto, membenarkan adanya pemeriksaan terduga pelaku.
“Iya masih diperiksa,” ujar AKBP Edy, Rabu (22/4/2026).
Meski demikian, pihaknya belum merinci lebih jauh, terkait identitas pelaku maupun TKP, yang menjadi sasaran aksi tersebut.
Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain yang terlibat dalam praktik kecurangan tersebut.
Baca juga: Unesa Ungkap Modus Canggih Joki UTBK, Dari Data AI hingga Blangko KTP
Pelaksana Tugas Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto, mengatakan, saat ini terduga pelaku masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.
“Benar. Kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya,” ujar AKP Hadi Ismanto, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, hingga kini penyidik tengah melakukan pendalaman terkait motif, maupun modus operandi terduga pelaku, dalam menjalankan aksinya.
“Mohon waktu masih proses. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan,” tandasnya.
Baca juga: Wamendikdasmen Soroti Joki UTBK 2026 di Surabaya: Pelaku Terancam Sanksi Berat
Diketahui praktik Joki ini dilakukan peserta yang mendaftar pada program studi kedokteran di Universitas Negeri Malang.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Prof. Dr. Martadi, M.Sn. menjelaskan bahwa pelaku menggunakan identitas milik orang lain, namun dengan mengganti foto pada dokumen resmi.
“Modusnya menggunakan identitas yang dijoki. Namanya tetap nama peserta asli, tetapi fotonya diganti dengan orang yang mengerjakan ujian,” ungkapnya dikonfirmasi SURYA.CO.ID, Selasa (26/4/2026).
Menurut Martadi, kecurangan tersebut terungkap setelah panitia melakukan pencocokan data lintas tahun.
Dari hasil penelusuran, ditemukan kejanggalan berupa penggunaan foto yang sama dengan identitas berbeda pada pendaftaran tahun sebelumnya.
“Data ini kami bandingkan dengan tahun lalu. Ternyata fotonya sama persis, tetapi namanya berbeda. Ini yang kemudian memicu kecurigaan,” jelasnya.
Baca juga: Kasus Joki UTBK 2026 Surabaya: Diduga Jaringan Lebih Luas, Puluhan Nama Peserta Anomali
Berbekal temuan tersebut, panitia melakukan penelusuran lebih lanjut hingga akhirnya memastikan adanya indikasi kuat praktik perjokian.
Bahkan, hasil verifikasi ke sekolah asal menunjukkan bahwa foto pada dokumen tidak sesuai dengan identitas asli peserta.
Pelaku diketahui sempat hadir dan mengikuti ujian sebelum akhirnya diamankan untuk dimintai keterangan.
Saat ini, kasus tersebut telah ditangani aparat kepolisian.
Dari hasil sementara, kasus ini melibatkan dugaan pemalsuan dokumen, termasuk KTP dan ijazah.
Panitia juga menduga praktik ini merupakan bagian dari jaringan yang lebih luas karena terjadi secara nasional.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.