TRIBUN-BALI.COM - Aksi nekat dilakukan seorang siswi sekolah dasar kelas 6 SD di Denpasar, Bali. Korban berinisial KA, gadis berusia 13 tahun nekat lompat dari lanta 3 Pasar Serangan, Denpasar Selatan.
Aksi nekat ini dilakukan pada Minggu, 19 April 2026 sekitar pukul 17.00 WITA. Kejadian ini disaksikan teman-teman korban, dan warga setempat yang kemudian memvideokannya dan viral di media sosial.
Saat ini pihak kepolisian masih mencari apa motif aksi nekat ini, dan dalam penyelidikan sementara tidak ada indikasi bullying yang memicu aksi nekat korban melompat.
Baca juga: LOMPAT Dari Lantai 3 Pasar Serangan, Siswi Kelas 6 SD Alami Patah Tulang, Lokasi Dirumorkan Angker!
Baca juga: LOMPAT Dari Lantai 3 Pasar Serangan, Siswi Kelas 6 SD Alami Patah Tulang, Lokasi Dirumorkan Angker!
Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, menjelaskan peristiwa viral tersebut terjadi di sisi timur pasar yang berlokasi di Jalan Tukad Penataran.
Menurut warga di lokasi, Ketut Prasi (46), suasana mendadak gempar ketika warga berkerumun melihat seorang anak perempuan terjatuh dari ketinggian.
Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan orang tua korban, MK (40), terungkap bahwa sebelum kejadian, KA mengajak teman-temannya ke lokasi dan mengatakan akan ada 'surprise'. Korban berada di lokasi bersama lima orang temannya.
Ayah korban menjelaskan, bahwa anaknya sempat melakukan aksi joget-joget untuk direkam oleh rekannya, mirip dengan video yang kemudian viral di media sosial.
Namun, di tengah keceriaan perayaan ulang tahun itu, KA secara tiba-tiba berlari dan langsung melompat dari lantai tiga pasar tanpa alasan yang jelas. Dalam video viral itu, apa yang korban lakukan kemudian dikaitkan dengan kondisi angkernya TKP di sana.
Akibat aksi nekat tersebut, korban sempat jatuh pingsan dan mengalami luka serius. Benturan keras dengan permukaan tanah menyebabkan kedua kaki korban patah tulang, serta tangan kanannya juga mengalami kondisi yang sama.
Iptu Azel Arisandi memastikan, bahwa saat ini korban sudah mendapatkan penanganan medis secara intensif. Meski sempat tidak sadarkan diri di lokasi kejadian (TKP), kini kondisi siswi SD tersebut berangsur membaik setelah menjalani tindakan medis di rumah sakit.
"Korban sempat tidak sadar, namun saat ini sudah sadarkan diri. Kedua kaki dan tangan kanannya patah tulang," kata dia. "Korban juga telah berhasil menjalani operasi di Rumah Sakit Bali Mandara," tutup Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan tersebut. (*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.