TRIBUNMANADO.CO.ID - Isu distribusi pupuk di Sulawesi Utara menjadi perhatian serius dalam Seminar Ketahanan Pangan yang digelar oleh BEM Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Senin (20/4/2026) sore. 

Mengusung tema “Gerakan Muda Sulut sebagai Penggerak Ketahanan Pangan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal”, kegiatan ini turut melibatkan Pemuda Inspirasi Nusantara (PIN) sebagai mitra kolaborasi.

Dalam pemaparannya, Ketua DPW Sulawesi Utara Forum Alumni BEM, Combyan Lombongbitung, mengapresiasi langkah PT Pupuk Indonesia yang telah mengalokasikan sekitar 74 ribu ton pupuk untuk Sulawesi Utara pada tahun 2026.

“Alokasi itu patut diapresiasi. Ketersediaan pupuk dan percepatan penyaluran menjadi sangat penting untuk menunjang kebutuhan petani secara keseluruhan,” jelasnya.

Dari alokasi tersebut, Combyan mengatakan bahwa PT Pupuk Indonesia telah menyalurkan sekitar 9 ribu ton atau 13 persen per April 2026.

“Ini langkah bertahap yang harus kita dukung dan, sebagai pemuda, kita awasi karena hal ini menjadi salah satu upaya ketahanan pangan yang merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Lebih jauh, Combyan menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menyikapi persoalan ini. 

Ia menilai pemuda tidak boleh hanya berhenti pada diskusi, tetapi harus berani mengambil langkah nyata di lapangan.

“Seminar ini bukan sekadar ruang berbagi pengetahuan, tetapi momentum untuk mendorong aksi. Ketahanan pangan tidak akan tercapai tanpa keterlibatan langsung dari pemuda,” tegasnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan akademisi Dr. Ir. Lyndon Pangemanan yang mendorong mahasiswa untuk mulai berperan aktif dalam sektor pangan, tidak hanya sebagai konsumen.

“Ke depan, generasi muda harus mampu menjadi produsen dan penggerak di sektor pangan. Tantangan yang ada membutuhkan inovasi serta kreativitas, termasuk dalam menjawab persoalan distribusi pupuk,” ujarnya. 

“Sebagai pemuda, perlu mulai mengambil langkah-langkah konkret seperti proyek hidroponik atau kebun kampus, magang di agribisnis atau BUMDes, membuat konten edukasi pertanian digital, hingga langkah yang lebih strategis seperti menjadi agripreneur muda atau berkolaborasi dengan petani lokal,” tutupnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian Unsrat Prof. Ir. Dedie Tooy, Tokoh Adat Minahasa Belarmino Lapong, Wakil Dekan III Tineke Langi, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Acara berlangsung dinamis, diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pemaparan materi, serta sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif.

Seminar kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada narasumber dan sesi foto bersama. (Pet/adv) 

Baca juga: Harga Terbaru Pupuk Setelah Turun 20 Persen, Sudah Berlaku

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.