TRIBUN-SULBAR.COM - Sekretaris jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi mengatakan PSSI telah meminta laporan pengawas pertandingan laga Elite Pro Academy (EPA) mempertemukan Bhayangkara Presisi Lampung U20 melawan Dewa United U20 di Stadion Citarum Semarang pada Minggu (19/4/2026).

Laga itu diwarnai insiden 'tendangan kung fu' pemain Bhayangkara U20, Fadly Alberto kepada pemain Dewa United.

Baca juga: Suhu Makkah dan Madinah 39 Derajat Jamaah Haji Diminta Minum Teratur

Baca juga: Kasus Keracunan Sering Terjadi Ombudsman Soroti IPAL dan Kebersihan Dapur MBG di Sulbar

Aksi ini memicu perkelahian antar kedua tim,yang tak hanya melibatkan pemain saja namun juga pelatih dan staf.

Yunus Nusi menuturkan, laporan pengawas pertandingan telah dikirim kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Erick kemudian memintanya koordinasi dan laporan ke Komisi disiplin (Komdis).

"Ketum meminta agar Komdis memberikan sanksi yang berat terhadap siapapun yang terlibat dalam insiden ini, ketum sangat menyayangkan kejadian ini dan PSSI sangat prihatin, selayaknya pemain itu respek terhadap pemain lainnya, hal seperti ini bisa terjadi kepada dirinya," ujar Yunus.

Dia meminta insiden serupa jangan terulang kembali.

"Apalagi ada pemain timnas juga terlibat dan tentu PSSI akan mengawal dan meminta komdis segera prioritas siddang minggu ini," terrang Yunus.

Untuk diketahui, sebelum aksi tendangan kung fu itu, memang sempat terjadi keributan yang membuat laga berjalan panas memasuki menit akhir.

Kemudian Fadly Alberto melayangkan tendangan kungfu kepada pemain Dewa United.

Kejadian tersebut langsung mendapat kecaman keras dari masyarakat karena sangat membahayakan.

Bahkan pihak Dewa United akan menggugat ke jalur hukum. (*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.