TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus dugaan penggelapan dana yang menjerat mantan admin selebgram Fujianti Utami alias Fuji kini memasuki babak serius.
Sorotan publik tertuju pada sikap tegas Fuji yang menolak membuka ruang damai bagi pelaku.
Ia memastikan proses hukum akan tetap berjalan hingga tuntas, tanpa adanya kompromi.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan.
Kasus yang menyeret mantan adminnya tersebut diduga melibatkan nominal fantastis, bahkan disebut mencapai miliaran rupiah.
Hingga saat ini, pelaku disebut belum menunjukkan itikad untuk mengembalikan kerugian yang dialami Fuji.
Baca juga: Tamara Bleszynski Datang Hanya Jadi Tamu Nikah, Teuku Rassya Akui Tak Berniat Permalukan Ibu Kandung
Alih-alih mengembalikan dana, pelaku hanya menyampaikan permintaan maaf.
Hal inilah yang semakin memperkuat keputusan Fuji untuk melanjutkan perkara ke jalur hukum.
"Sejauh ini nggak ada sih, cuma minta maaf doang ya. Kalau mau ngebalikin juga dari mana ya kalau untuk hampir empat digit?" sindir Fuji saat ditemui di Polres Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).
Pernyataan tersebut menggambarkan keraguan Fuji terhadap kemampuan pelaku untuk mengembalikan uang dalam jumlah besar.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik, mengingat besarnya nominal yang diduga digelapkan serta posisi pelaku yang sebelumnya merupakan orang kepercayaan.
Dengan sikap tegas yang ditunjukkan, Fuji berharap proses hukum dapat memberikan keadilan sekaligus efek jera.
Sementara itu, perkembangan kasus ini masih terus dinantikan, termasuk langkah hukum lanjutan terhadap pelaku penggelapan dana tersebut.
Baca juga: Siap Lawan! China Balas Ancaman Donald Trump, Siapkan Langkah Keras Hadapi Tekanan Tarif Impor AS
Selebgram 23 tahun ini juga menilai permintaan maaf tersebut tidak serius karena hanya disampaikan lewat pesan singkat.
"Lewat WhatsApp tuh personal nggak? Lewat WhatsApp aja," ucapnya.
Bagi Fuji, uang yang hilang bukan lagi hal utama. Adik dari mendiang Vanessa Angel ini lebih ingin pelaku bertanggung jawab secara hukum.
"Lanjut proses aja sih Kak, dalam artian saya emang mau dia dihukum. Lanjut terus saya mah nggak mau stop, enak aja," tegasnya.
Fuji sendiri mengaku bahwa kasus ini membuatnya sangat stress.
Sebab, uang yang susah payah ia dapatkan dengan bekerja keras justru dinikmati orang lain.
"Saya bisa cari duit sendiri, makan tuh duit, biar aja di dalem penjara. Capek saya kerja," pungkasnya.
Sebagai informasi, Fuji telah melaporkan dugaan penggelapan dana dan penipuan ini sejak Mei 2025.
Pelaku diduga menjalankan modus “gali lubang tutup lubang” selama kurang lebih dua tahun, dengan memanipulasi bukti transfer agar terlihat seolah-olah pembayaran sudah masuk.
Selain itu, nominal transfer yang diterima juga tidak sesuai dengan rate card Fuji, sehingga memicu kecurigaan.
Akibat kejadian ini, Fuji mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.
(Tribunnewsmaker.com/Grid.id)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.