Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bengkulu Selatan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan tanaman perusak di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura).
Kepala DLHK Bengkulu Selatan melalui Kepala Bidang Kehutanan, Yopi Affriani, mengatakan bahwa upaya mengantisipasi munculnya tanaman perusak seperti kelapa sawit dilakukan dengan mengusulkan penempatan Polisi Hutan (Polhut) guna memperkuat pengamanan kawasan Tahura.
Menurutnya, keberadaan Polhut sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian kawasan Tahura dari berbagai potensi gangguan, seperti perambahan maupun aktivitas ilegal lainnya.
“Kami mengusulkan adanya Polisi Hutan untuk ditempatkan di Tahura. Hal ini sangat membantu dalam menjaga kawasan tersebut,” ujar Yopi saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (20/4/2026).
Ungkap Pihaknya Menghadapi Kendala Saat Lakukan Pengawasan
Lanjut Yopi, usulan ini dilakukan untuk mempermudah pengawasan.
Ia mengakui bahwa selama ini pengawasan dari pihak DLHK masih menghadapi sejumlah kendala, terutama faktor jarak lokasi yang cukup jauh dari pusat pengawasan.
Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia juga menjadi tantangan dalam menjaga kawasan secara optimal.
“Untuk pengawasan dari DLHK cukup sulit karena jaraknya jauh. Sementara itu, masyarakat sekitar juga belum bisa kami tunjuk untuk membantu pengamanan,” ungkap Yopi.
Rencanakan Pembangunan Pos di Kawasan Tahura
Ditambahkan Yopi, sebagai langkah pendukung, pihaknya juga merencanakan pembangunan pos jaga di kawasan Tahura.
Pos tersebut nantinya akan difungsikan sebagai tempat bagi petugas dalam melakukan pengawasan secara lebih intensif.
“Mungkin ke depan akan dibangun pos yang bisa menjadi tempat petugas berjaga di sana,” tambah Yopi.
Yopi berharap usulan penambahan Polhut serta pembangunan pos pengamanan tersebut dapat segera direalisasikan, sehingga upaya pelestarian kawasan Tahura di Bengkulu Selatan dapat berjalan lebih maksimal.
“Kami berharap usulan ini dapat terealisasi demi menjaga kelestarian Tahura,” tegas Yopi.
Sebagai informasi, Yopi menyampaikan bahwa dirinya bersama tim, sebagai langkah awal, telah mendatangi kawasan Tahura yang berada di wilayah Ulu Manna.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk bertemu langsung dengan kepala desa setempat serta melakukan survei batas-batas kawasan Tahura di wilayah tersebut.
Dengan adanya langkah ini, DLHK Bengkulu Selatan menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian hutan serta mencegah kerusakan kawasan Tahura dari berbagai ancaman.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.