Salah satunya kenaikan harga LPG nonsubsidi yang juga terjadi pada 18 April 2026 kemarin seiring kenaikan BBM.
Tak hanya itu ada juga siswa yang diduga meninggal menjadi korban pembunuhan di Kabupaten Banjar.
Baca juga: Angka Perceraian Akibat Faktor Ekonomi di Kalsel Meningkat, Banjarmasin Tertinggi
Baca juga: Harga BBM di Kalimantan Selatan Naik Drastis, Intip Tips Berhemat dari Pembalap Rifat Sungkar
Warga Desa Simpang Empat, Kabupaten Banjar, digegerkan dengan penemuan seorang siswi yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi rumahnya, Minggu (19/4/2026) dini hari.
Peristiwa ini diduga kuat merupakan tindak pembunuhan dan kini dalam penanganan pihak kepolisian.
Korban diketahui merupakan seorang siswi salah satu SMK di Kecamatan Simpang Empat berinisial RE (18).
Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di rumahnya yang berada di Jalan Houling Km 71, RT 003, sekitar pukul 02.30 Wita.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sebelumnya diketahui berada di sebuah warung makan tempatnya bekerja paruh waktu pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.
Setelah warung tutup, korban meninggalkan lokasi, namun tidak diketahui oleh keluarga hendak ke mana.
Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh sepupunya, J, yang baru pulang ke rumah sekitar pukul 02.30 Wita.
Saat hendak menuju kamar, saksi melihat tangan tergeletak dari dalam kamar mandi yang pintunya sedikit terbuka.
Saksi kemudian meminta bantuan ibunya untuk memastikan kondisi tersebut.
Setelah pintu kamar mandi dibuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.
Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Simpang Empat sekitar pukul 03.40 Wita untuk penanganan lebih lanjut.
Dari keterangan sementara pihak keluarga, disebutkan bahwa telepon genggam dan sepeda motor milik korban tidak ditemukan di lokasi, sehingga memunculkan dugaan adanya tindak kekerasan yang disertai perampasan.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi.
Rencananya, jenazah korban akan dibawa ke RS Ulin Banjarmasin untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.
Kapolres Banjar, AKBP Dr Fadli melalui Plt Kasi Humas Polres Banjar, Iptu M Rifani SE, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Benar, berdasarkan laporan warga ditemukan seorang korban perempuan tidak bernyawa inisial R 18 thn di Jalan Houling Km. 71 tepatnya di sebuah rumah beralamat di Desa Simpang Empat RT 003 Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, pada hari Minggu tanggal 19 April 2026, sekitar pukul 03.50 Wita," urai Iptu M Rifani.
Adapun barang milik korban yang hilang satu buah Honda Beat dan satu unit handphone juga dilaporkan pihak keluarga hilang.
"Perkara ini dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Simpang Empat," ujar Iptu M Rifani SE.
Baca juga: Lowongan Kerja SPX Express di Wilayah Banjarmasin, Pendapatan Menjanjikan
Lonjakan harga energi dunia dan gangguan distribusi membuat harga LPG non subsidi (Bright Gas 5.5 kg dan 12 kg) resmi naik per 18 April 2026.
Bright Gas 5.5 kg naik menjadi Rp107.000-Rp114.000 per tabung. 12 kg naik ke kisaran Rp238.000-Rp248.000. Sedangkan LPG subsidi 3 kg tidak naik.
"Kami sempat kaget harga gas non subsidi langsung naik harga, pelanggan yang beli juga turut kaget juga" ujarnya, Minggu (19/4/2026)
Di tokonya, Bright Gas ukuran 5 kg harga semula Rp110 ribu, menjadi Rp125 ribu. LPG 12 Kg dari harga Rp220 ribu naik menjadi Rp250 ribu.
"Dalam sehari rata-rata tersedia di toko kami untuk ukuran 12 Kg la2 tabung, kalau ukuran 5,5 kg ada 5 tabung," jelasnya.
Yakub mengatakan, pasokan LPG ini didapat dari agen resmi. Jadi mereka pesan kemudian diantar ke toko.
"Rata-rata pelanggan LPG non subsidi ini kalangan rumah tangga menengah ke atas. Kalau usaha kuliner, jarang sekali yang beli," terangnya.
Sementara pantauan di lapangan, sejumlah warung maupun rumah makan dominan memilih menggunakan tabung gas melon (hijau) daripada gas pink Bright Gas dengan alasan harganya lebih murah.
Ratna, pengelola usaha kuliner di Jl Palam Raya, Banjarbaru, mengaku, sekarang hanya menggunakan gas elpiji tabung hijau
"Sejak tabung-tabung pink milik bos saya kemalingan, maka tidak pernah lagi menggunakan gas 5,5 kg atau 12 kg," katanya.
Gas melon lebih murah, lanjutnya, berbeda dengan harga tabung pink jauh harganya lebih mahal. Dulu mereka menggunakan apabila kepepet karena gas hijau langka.
"Apalagi kondisi sekarang makin naik harganya, jelas makin tambah beban saja kalau menggunakannya," pungkasnya.
Baca juga: Kenaikan BBM Dinilai Tekan Daya Beli Buruh di Kalsel, Risiko Efisiensi Perusahaan Meningkat
Aparat kepolisian bergerak cepat menangani kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil terguling di jalur menuju Pantai Batakan, Desa Batutungku, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (19/4/2026) pagi.
Merujuk data pihak kepolisian, mobil berpelat merah tersebut adalah mobil dinas salah satu camat di Tala. Saat itu sedang bergerak ke arah Pantai Batakan Baru di Desa Batakan, ke lokasi acara setempat.
Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Panyipatan Iptu Wanda Satriadi menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 Wita.
Kronologinya, mobil Toyota Rush (buka Terios) yang melaju ke arah Batakan diduga mengalami selip saat melintasi tikungan.
Akibatnya, pengemudi (sopir) kehilangan kendali hingga kendaraan membanting ke arah kiri.
“Mobil kemudian menabrak satu unit Suzuki pick up carry yang sedang terparkir di garasi atau pondok milik warga,” jelas Wanda.
Benturan keras tersebut menyebabkan mobil dinas mengalami kerusakan hingga sempat terguling.
Saat kejadian, di dalam mobil terdapat seorang penumpang yaitu istri camat bersama tiga staf kecamatan serta sopir pribadi yang mengemudikan mobil itu.
Akibat kecelakaan itu, istri camat mengalami luka pada bagian telinga kiri. Sementara itu tiga penumpang lainnya (perempuan) serta sopir selamat tanpa luka.
Istri camat telah dievakuasi ke RSUD Hadji Boedjasin Pelaihari untuk mendapatkan penanganan medis.
Dua saksi di lokasi, telah dimintai keterangan. Sementara barang bukti berupa satu unit Toyota Rush dan satu unit Suzuki pick up carry juga telah diamankan. (banjarmasinpost.co.id)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.