SURYA.co.id – Prakiraan cuaca untuk Kota Surabaya pada Minggu, 19 April 2026, menunjukkan kondisi langit yang cenderung berawan sepanjang hari.

Data dari BMKG Juanda memperkirakan cuaca relatif stabil tanpa potensi hujan signifikan.

Sejak dini hari hingga pagi, wilayah Surabaya diprediksi diselimuti awan tebal. 

Kondisi ini membuat suhu udara terasa cukup hangat meski matahari belum sepenuhnya muncul.

Memasuki siang hari, cuaca berangsur cerah berawan sebelum kembali didominasi awan pada sore hingga malam.

Suhu maksimum diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius. 

Sementara itu, suhu terendah berada di kisaran 26 derajat Celsius. Kelembapan udara cukup tinggi, yakni antara 52 hingga 90 persen.

Angin bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan sekitar 7,5 kilometer per jam, menambah rasa gerah di sebagian wilayah kota.

Cuaca Pagi

CUACA SURABAYA - Ilustrasi cuaca berawan dari database Tribunnews. Simak prakiraan cuaca Surabaya hari ini, Jumat (27/3/2026). Dominan berawan.
CUACA SURABAYA - Ilustrasi cuaca berawan dari database Tribunnews. Simak prakiraan cuaca Surabaya hari ini, Jumat (27/3/2026). Dominan berawan. (Tribunnews.com)

Pada periode pagi hari, mulai pukul 00.00 hingga sekitar 06.00 WIB, kondisi cuaca di Surabaya didominasi berawan.

Awan tebal yang menyelimuti langit berpotensi menahan panas, sehingga udara terasa lembap.

Memasuki pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, cuaca berubah menjadi cerah berawan, memberikan sedikit ruang bagi sinar matahari untuk menembus awan.

Cuaca Siang

Menjelang siang hingga sore hari, sekitar pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, kondisi kembali didominasi awan.

Meski tidak ada indikasi hujan, suhu udara cenderung meningkat dan terasa cukup panas.

Pada periode ini, suhu diperkirakan berada di titik tertinggi harian, yakni mencapai 34 derajat Celsius.

Cuaca Malam

Memasuki malam hari, sekitar pukul 19.00 WIB, cuaca masih berada dalam kondisi berawan.

Namun menjelang pukul 22.00 WIB, langit diprediksi mulai cerah.

Kondisi ini memungkinkan suasana malam terasa lebih nyaman dibandingkan siang hari, meskipun kelembapan masih relatif tinggi.

Tips Menghadapi Cuaca Surabaya

Dengan kondisi cuaca yang didominasi berawan dan suhu cukup panas, masyarakat disarankan untuk tetap menjaga hidrasi tubuh dengan banyak minum air.

Gunakan pakaian yang ringan dan menyerap keringat saat beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, lindungi diri dari paparan sinar matahari langsung dengan topi atau payung, terutama saat siang hari.

Bagi pengendara, tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak meski potensi hujan relatif kecil.

BMKG Prediksi Puncak Kemarau Jawa Timur Agustus 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait kondisi cuaca di Jawa Timur pada tahun 2026.

Musim kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung lebih panjang dan cenderung lebih kering dibandingkan rata-rata normalnya.

Melalui Stasiun Klimatologi Jawa Timur, BMKG menyebutkan bahwa kondisi ini dipicu oleh potensi fenomena El Nino yang mulai berkembang pada pertengahan tahun.

Fenomena tersebut diprediksi akan memperkuat dampak kekeringan di berbagai wilayah di Jawa Timur.

Berdasarkan analisis terbaru yang dirilis melalui akun Instagram resmi @infobmkgjuanda, sekitar 75,5 persen wilayah Jawa Timur berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal.

Hal ini memicu risiko tinggi terjadinya krisis air bersih dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Jawa Timur akan terjadi pada Agustus 2026, di mana puluhan Zona Musim (ZOM) akan mencapai titik paling kering.

Selain lebih kering, awal musim kemarau di beberapa daerah juga mengalami keterlambatan.

"Sekitar 46,2 persen wilayah di Jawa Timur baru memasuki musim kemarau lebih lambat dari jadwal normalnya," tulis laporan BMKG dikutip Rabu (15/4/2026).

Adapun durasi musim kemarau yang lebih panjang diprediksi akan melanda setidaknya 39 Zona Musim (ZOM) di Jawa Timur.

Potensi El Nino sendiri diperkirakan mencapai 50 hingga 60 persen dan mulai menguat pada pertengahan tahun ini.

Menanggapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG memberikan sejumlah rekomendasi mitigasi, terutama bagi sektor-sektor vital:

  • Sektor Pertanian: Petani disarankan menanam varietas padi yang berumur pendek dan tahan kekeringan, atau beralih ke tanaman palawija.
  • Pengelolaan Air: Masyarakat diimbau memaksimalkan penampungan air hujan (panen air) di akhir musim penghujan sebagai cadangan.
  • Peluang Ekonomi: Di balik tantangan kekeringan, kemarau panjang ini dapat dioptimalkan untuk meningkatkan produksi garam rakyat.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.