Jakarta (ANTARA) - Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) mengumumkan FIBA 3x3 Shibuya Challenger 2026 akan menjadi salah satu seri penting dalam rangkaian ajang tahun ini, dengan sejumlah tim papan atas dunia bersaing memperebutkan tiket menuju World Tour Zadar.
Laman FIBA 3x3, Kamis, menyatakan turnamen yang digelar di kawasan urban Shibuya, Tokyo, Jepang, itu menjadi pemberhentian Challenger kedua musim ini dengan tingkat persaingan yang semakin ketat.
Tiga tiket menuju World Tour Zadar dipertaruhkan, sehingga setiap pertandingan diprediksi berlangsung dengan intensitas tinggi.
Juara Final World Tour 2025, tim Ub asal Serbia menjadi unggulan utama berkat kekompakan dan pengalaman mereka.
Namun, mereka dipastikan mendapat perlawanan dari Shanghai (China) yang tengah naik daun dengan gaya permainan agresif.
FIBA menilai kekuatan global akan sangat terasa dalam turnamen ini.
Tim-tim Eropa seperti Antwerp (Belgia), Fuengirola dan Valencia (Spanyol) membawa kualitas tembakan dan fisik yang solid, sementara Toronto (Kanada), London (Inggris), dan San Juan (Puerto Riko) menambah variasi kekuatan dari berbagai kawasan.
Sejumlah pemain bintang juga diprediksi menjadi sorotan.
Marko Brankovic dari Ub disebut memiliki dampak permainan menyeluruh, sedangkan Cameron Forte dari Shanghai kuat di area dalam.
Nama pebasket 3x3 dunia seperti Dennis Donkor, Westher Molteni, Ashley Hamilton, hingga Antonio Ralat turut menambah daya tarik kompetisi.
FIBA menegaskan bahwa setiap poin akan sangat menentukan dalam perebutan tiket menuju World Tour.
Selain itu, atmosfer khas Shibuya yang memadukan olahraga dan budaya menjadi nilai tambah bagi turnamen ini.
Challenger 3x3 dan World Tour merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh FIBA untuk mengampanyekan cabang olahraga tersebut di seluruh dunia.
Jakarta pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan FIBA 3x3 Jakarta Challenger 2025, di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta dan tahun ini ajang serupa juga akan kembali digelar.