TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pelaku UMKM jenang di Kabupaten Kediri terus menjaga konsistensi produksi harian demi memenuhi permintaan pasar yang stabil, baik dari dalam maupun luar daerah. Salah satunya terlihat dari aktivitas produksi di Dusun Dahu, Desa Jatirejo Kecamatan Banyakan.
Produsen jenang dan olahan tradisional, Binti Sholihah mengatakan bahwa produksi dilakukan setiap hari agar kualitas dan kesegaran produk tetap terjaga. Terutama untuk jenis jenang yang memiliki masa simpan relatif singkat.
"Kalau jenang itu satu minggu saja, jadi setiap hari kita produksi supaya tetap fresh," katanya, Selasa (14/4/2026)
Selain jenang, produk lain yang diproduksi antara lain madumongso, wajik dan jadah. Masing-masing memiliki daya tahan berbeda, sehingga strategi produksi pun disesuaikan dengan karakteristik produk.
Baca juga: BPBD Kabupaten Kediri Siaga Hadapi Musim Kemarau 2026, Antisipasi Ancaman Kekeringan
Untuk madumongso, masa simpan bisa mencapai dua hingga tiga bulan, sehingga memungkinkan untuk diproduksi dalam jumlah besar dan didistribusikan ke berbagai daerah.
"Madumongso itu bisa tahan lama, jadi bisa dikirim ke mana pun, bahkan luar pulau," jelasnya.
Sementara itu, wajik hanya mampu bertahan sekitar dua hingga tiga hari dan jadah bahkan hanya satu hari. Kondisi ini membuat produsen harus mengatur ritme produksi secara cermat agar tidak terjadi penumpukan barang.
Dalam operasional sehari-hari, Binti melibatkan puluhan tenaga kerja yang terbagi dalam beberapa tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan, fermentasi, hingga pengemasan.
"Ada yang bagian bikin, fermentasi, sampai bungkus. Yang bagian bungkus saja bisa sampai 20 orang," ungkapnya.
Permintaan pasar yang terus berjalan membuat distribusi produk tidak pernah berhenti. Produk yang sudah jadi langsung dikirim ke konsumen atau agen di berbagai daerah.
Penjualan tidak hanya menyasar wilayah Kediri, tetapi juga merambah luar pulau seperti Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Produk tersebut umumnya digunakan sebagai oleh-oleh maupun kebutuhan konsumsi harian.
"Yang paling jauh sampai Kalimantan, Papua, Sulawesi. Jadi memang pengiriman rutin terus jalan," tuturnya.
Menariknya, meski harga bahan baku seperti ketan dan gula sempat mengalami kenaikan, produsen tetap mempertahankan harga jual agar tetap terjangkau bagi konsumen.
"Kita tidak menaikkan harga, tapi meningkatkan produksi saja supaya tetap bisa jalan," katanya.
Para pelaku usaha berharap tren penjualan yang stabil ini dapat terus berlanjut, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas di masa mendatang.
"Yang penting kita jaga kualitas dan produksi terus, karena permintaan memang selalu ada," pungkas Binti.
Produk jenang Kediri juga tersedia dalam berbagai kemasan, mulai dari ukuran kecil hingga paket hantaran dengan berat tertentu yang bisa disesuaikan kebutuhan pembeli.
Salah satu pelanggan, Erna, mengaku sering membeli produk tersebut karena kualitas dan rasanya yang konsisten. Bahkan, ia kerap membawa produk tersebut ke luar kota.
"Sering beli di sini, rasanya enak dan fresh. Kadang juga dibawa ke luar kota," jelasnya.
(Isya Anshori/Tribunmataraman.com)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.