TRIBUNNEWS.COM - Berbagai reaksi kekecewaan dirasakan skuad Arsenal setelah menelan kekalahan pilu pada momen kritis di jalur perburuan gelar juara Liga Inggris musim 2025/2026.
Tepat dalam laga pekan ke-32, Arsenal selaku tuan rumah justru kalah dengan cara tragis di tangan Bournemouth.
Bertanding di Stadion Emirates, Sabtu (11/4/2026) malam WIB, Arsenal kalah dengan skor 1-2 melawan tim besutan Andoni Iraola.
Arsenal yang pada laga sebelumnya mampu mengalahkan Sporting CP di Liga Champions, gagal memanfaatkan momentum tersebut.
Bermain di depan pendukungnya sendiri, Arsenal justru tampil loyo dan akhirnya kalah dengan cara memalukan.
Tim besutan Mikel Arteta bahkan harus tertinggal terlebih dahulu, setelah gawang David Raya dibobol oleh Eli Junior Kroupi menit ke-17.
Viktor Gyokeres sempat mampu menyamakan skor menjadi 1-1, lewat gol penalti yang ia cetak pada menit ke-35.
Sayangnya, penurunan performa Arsenal di paruh kedua, dimanfaatkan Bournemouth untuk mencetak gol keduanya.
Baca juga: Hasil Klasemen Liga Inggris: Bournemouth Gelincirkan Arsenal, The Gunners Sinyal Panik
Menit ke-75, Alex Scott secara brilian mampu memanfaatkan kelengahan lini belakang Arsenal, untuk menjebol gawang David Raya.
Gol inilah yang akhirnya memenangkan Bournemouth, sekaligus memberi kekalahan keempat Arsenal di Liga Inggris musim ini.
Bagi Arsenal, kekalahan dari Bournemouth jelas menjadi pukulan telak bagi mereka.
Harapan Arsenal untuk bisa memperlebar jarak poin dengan Manchester City menjadi 12 angka di puncak klasemen pun ambyar seketika.
Alih-alih memberi tekanan kepada The Citizens, kini justru Arsenal yang berbalik tertekan mentalnya, setelah kalah di tangan Bournemouth.
Meskipun masih unggul sembilan poin dari Manchester City, posisi Arsenal selaku pemuncak klasemen belum sepenuhnya aman.
Hal ini karena Manchester City masih punya dua tabungan laga sisa, serta masih akan bermain melawan Arsenal di kandang sendiri, pekan depan.
Dengan menyisakan enam laga lagi, peluang Arsenal meraih gelar juara memang masih berada di tangan mereka.
Hanya saja, jika mereka tidak bisa bangkit di momen kritis akhir musim ini, tidak mengherankan jika peluang Arsenal meraih gelar Liga Inggris musim ini bakal melayang.
Setelah gagal memenangkan trofi di final Piala Carabao, lalu disusul kekalahan memalukan melawan Southampton di babak 8 besar Piala FA.
Arsenal tentu tidak ingin gagal memenangkan gelar Liga Inggris musim ini, setelah sempat unggul sembilan poin di puncak klasemen.
Karena jika sampai gagal, ini akan menjadi bencana bagi Arsenal pada akhir musim.
Setelah kalah dalam laga melawan Bournemouth, berbagai reaksi kekecewaan pun dirasakan skuad hingga mantan pemain Arsenal.
Dimulai dari kekecewaan Mikel Arteta selaku pelatih.
Arteta hanya bisa meminta maaf kepada para pendukungnya sendiri atas kekalahan melawan Bournemouth.
"Kami minta maaf, mari terima kekalahan ini dengan lapang dada, itu saja, saya sudah mencoba memberikan yang terbaik untuk klub ini, dan memberi peluang terbaik kepada para pemain kami," sesal Arteta dilansir laman Arsenal.
"Saya rasa tidak ada kemungkinan lain kami seharusnya bisa tampil lebih baik,"
"Di babak pertama, kami bisa bermain, tapi ada momen lain di mana kami tidak berada di level kami, jadi kami harus meminta maaf dan akan mencoba meningkatkan hal itu," tambahnya.
Beberapa reaksi kekecewaan juga dirasakan mantan pemain Arsenal, mulai Paul Merson hingga Thierry Henry.
Contohnya Paul Merson.
Paul Merson merasa kekalahan melawan Bournemouth di momen kritis, menghancurkan harapannya berkeping-keping.
"Oh, ini menghancurkan saya berkeping-keping, misal Manchester City tiba-tiba menang tiga laga, mereka punya poin yang sama dengan Arsenal," kritik Paul Merson dilansir Sky Sports.
"Ditambah lagi, mereka punya dua laga untuk mengejar selisih gol, jika mereka mengalahkan Arsenal, itu akan fatal,"
"Jadi ini hasil yang mengerikan, performanya juga buruk, tidak ada negeri, itu ceroboh," kesalnya.




















Hal sama juga dirasakan Henry yang merasa hatinya hancur setelah Arsenal kalah di tangan Bournemouth.
Henry merasa Arsenal tidak tampil selayaknya calon kuat juara Liga Inggris pada musim ini.
"Hati saya hancur, bukan hanya karena kekalahannya, performanya juga tidak yang bisa dibanggakan, ini menyedihkan," kesal Henry.
"Prioritas saya adalah Arteta memberikan gelar Liga Inggris, saya harap dia masih bisa mewujudkannya, meski saya sedikit takut," tambahnya.
Dengan koleksi 70 poin, Arsenal memang masih unggul 9 angka dari Manchester City.
Hanya saja, Manchester City masih dua tabungan laga sisa, yakni melawan Chelsea (malam Ini) dan Crystal Palace.
Jika Manchester City bisa memaksimalkan dua laga tersebut untuk meraih kemenangan, serta mengalahkan Arsenal pekan depan.
Maka, posisi Arsenal sebagai pemuncak klasemen bakal rawan dikudeta Manchester City yang biasanya on fire di akhir musim.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.