Jakarta (ANTARA) - Carlos Alcaraz melanjutkan performa gemilangnya pada Monte-Carlo Masters, di mana ia hanya kehilangan tiga gim dalam mengalahkan Alexander Bublik 6-3, 6-0, Jumat, untuk mencapai semifinal di Monako untuk tahun kedua berturut-turut.


"Saya memulai pertandingan dengan cukup baik. Saya memiliki kesempatan untuk unggul dua break tetapi gagal, dan kemudian saya sedikit kehilangan feeling pada bola," kata Alcaraz seusai pertandingan, dikutip dari ATP.


"Saya harus banyak bergerak ke samping, harus bertahan, dan kemudian beberapa gim memberi saya banyak kepercayaan diri dalam pertandingan."


"Saya bermain agresif dan memainkan pertandingan yang hebat dan solid melawan pemain yang tidak bisa diprediksi akan melakukan apa selanjutnya. Saya senang bisa lolos dan bermain di semifinal lagi di sini," ujar petenis No.1 dunia itu.







Alcaraz mengalami kekalahan mengecewakan pada babak ketiga Miami Open dari Sebastian Korda bulan lalu, tetapi ia tampak nyaman saat kembali bermain di lapangan tanah liat pekan ini di Monako.


Setelah mengalahkan petenis Argentina Sebastian Baez dan Tomas Martin Etcheverry, Alcaraz melewati ujiannya melawan unggulan kedelapan Bublik, yang menghadapi petenis Spanyol itu untuk pertama kalinya.


Dalam set pembuka yang disaksikan bintang sepak bola Paolo Di Canio, Alcaraz mengatasi variasi pukulan Bublik dengan pertukaran bola untuk saling mengejar angka. Ia kemudian melaju pada set kedua untuk meraih kemenangan ke-300 di level tur, menurut indeks/menang kalah ATP.



Alcaraz kini hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mempertahankan gelarnya di Monte-Carlo, setelah mengalahkan Lorenzo Musetti di pertandingan final tahun lalu untuk meraih kemenangan di turnamen ATP Masters 1000 lapangan tanah liat untuk pertama kalinya.






Petenis berusia 22 tahun itu telah memenangi 16 pertandingan terakhirnya di lapangan tanah liat, termasuk kemenangan tahun lalu di Roma dan Roland Garros, di mana ia mengalahkan Jannik Sinner.


Alcaraz selanjutnya akan bertemu unggulan kelima Alex de Minaur atau bintang Monako Valentin Vacherot di semifinal pada Sabtu (11/4).


Unggulan teratas itu mengincar trofi ketiganya pada 2026, setelah menyelesaikan Career Grand Slam di Australian Open pada Januari, dan memenangi gelar ATP 500 di Doha.