Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebagian besar korban banjir dari sejumlah desa di Kecamatan Gandapura, Bireuen meminta tim BPBD melakukan pendataan ulang.

Dengan demikian korban banjir yang belum terdata dapat terdata sebagaimana mestinya.

Camat Gandapura, Azmi SAg, menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Rabu (8/4/2026) terkait
data banjir dan aspirasi korban banjir.

Camat menyebutkan pendataan awal sudah dilakukan dan dari hasil pendataan tersebut menurut korban banjir ada yang belum terdata.

Camat menyebutkan saat musibah banjir akhir November lalu, ada delapan desa terdampak banjir meliputi Samuti Aman yang berada di dekat Krueng Tingkeum, aliran Krueng Peusangan.

Kemudian Blang Gurun,  Ceubo, Teupin Siron, dan Ie Rhop yang berdekatan dengan aliran Krueng Sawang.

Baca juga: Bupati Bireuen Serahkan LKPJ 2025 dan Ajukan Dua Raqan Strategis ke DPRK

Selain itu, Desa Mon Jambe, Mon Keulayu, dan Samuti Makmur lokasi permukiman mereka tidak jauh dari Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang.

Data sementara katanya rumah yang rusak ringan mencapai 77 unit, kemudian rusak sedang  74 unit, rusak berat tercatat 16 unit dan 10 rumah hilang.

Data tersebut menurut warga perlu dilakukan pendataan ulang, karena masih ada korban banjir yang rumahnya rusak belum terdata.

Menjawab Serambinews.com menyangkut pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Gandapura, Azmi mengaku belum mendapat informasi kapan dibangun.

“Kalau Huntap informasinya segera dibangun, namun belum dapat dipastikan kapan dibangun.

Dan sejak dua hari lalu ada tujuh unit rumah bantuan bagi korban dibangun PT Takabeya, sedangkan lainnya
belum ada informasi,” ujarnya.

Camat berharap tim BNPB maupun BPBD Bireuen turun ke desa-desa bersama perangkat desa melakukan pendataan ulang, sehingga korban banjir yang belum terdata dapat terdata sebagaimana korban lainya. (*)

 

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.