TRIBUN-MEDAN.com - Media sosial dihebohkan dengan tindakan seorang pria yang memalsukan sertifikat kematian istrinya untuk kepentingan pribadi.

Kasus ini mencuat setelah pengguna media sosial membagikan informasi tersebut melalui platform Threads, yang kemudian viral dan menuai berbagai reaksi dari warganet.

Dikutip dari Mstar, Selasa (31/3/2026), berdasarkan informasi yang beredar, pria tersebut diduga menyunting atau mengedit dokumen resmi berupa sertifikat kematian agar seolah-olah istrinya telah meninggal dunia.

Dalam dokumen palsu tersebut, ia mencantumkan keterangan bahwa sang istri meninggal akibat komplikasi saat melahirkan.

Pemilik akun mengungkapkan bahwa tindakan tersebut dilakukan demi memuluskan hubungan terlarang yang dijalani pria tersebut.

“Seorang suami tega mengedit sertifikat kematian istrinya demi bisa berselingkuh, padahal istrinya masih hidup dan sehat,” tulisnya dalam unggahan yang kemudian menjadi perhatian publik.

Pemilik akun tersebut juga menambahkan bahwa klaim mengenai kematian sang istri akibat komplikasi persalinan tidak sesuai dengan kenyataan.

“Katanya istrinya meninggal karena komplikasi saat melahirkan. Faktanya, istrinya masih hidup dan dalam kondisi baik,” lanjutnya.

Dugaan pemalsuan ini akhirnya terbongkar setelah ditemukan kejanggalan pada dokumen yang beredar. Pria tersebut diduga mencantumkan nomor identitas asli milik istrinya dalam sertifikat kematian palsu tersebut.

Ketika dilakukan pengecekan, identitas tersebut diketahui masih aktif dan sah digunakan, sehingga menimbulkan kecurigaan.

“Upaya tersebut terbongkar ketika nomor identitas yang digunakan dalam dokumen itu ternyata masih aktif. Hal ini jelas menunjukkan adanya ketidaksesuaian,” tulis warganet lainnya.

Selain itu, warganet juga menemukan sejumlah kejanggalan lain dalam dokumen tersebut. Perbedaan nomor identitas antara kolom utama dan barcode menjadi salah satu sorotan.

Bahkan, terdapat informasi yang dinilai tidak masuk akal, seperti tahun kelahiran yang berubah secara tiba-tiba serta data dokter yang dianggap tidak relevan.

“Nomor identitas di kolom berbeda dengan yang ada di barcode. Tiba-tiba istrinya lahir tahun 1947. Nomor identitas dokter juga sudah lebih dari 60 tahun, apakah tidak pensiun,” tulis salah satu komentar warganet.

Unggahan yang menyertakan gambar sertifikat kematian tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa dokumen itu telah dimanipulasi.

Hal ini memicu kemarahan publik yang menilai tindakan tersebut tidak bermoral, karena menyangkut pemalsuan informasi terkait kehidupan dan kematian seseorang.

Sebagian besar warganet mengaku geram atas tindakan pria tersebut. Mereka menilai perbuatan tersebut tidak hanya merugikan pihak keluarga, tetapi juga mencederai nilai kemanusiaan.

“Mempermainkan soal hidup dan mati demi kepentingan pribadi adalah hal yang sangat tidak dapat diterima,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Sebagai informasi, pemalsuan dokumen resmi seperti akta kelahiran maupun sertifikat kematian merupakan tindakan yang melanggar hukum.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kebenaran kasus tersebut maupun identitas pria yang diduga terlibat.

 

(cr31/tribun-medan.com)

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.