TRIBUN-MEDAN.com - Terungkap awal mula penemuan dua jasad pria di atap Masjid Miftahul Jannah, Desa Pangaradan, Kecamatan Tanjung, Brebes Rabu (25/3/2026).
Kondisi tubuh kedua jasad sudah membusuk.
Warga mencium aroma tak sedap dan ada belatung yang berjatuhan.
Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Farid Nur Aziz mengatakan, terdapat luka bakar pada tubuh kedua korban.
Ditemukan pula tanda-tanda pembusukan dengan estimasi waktu kematian empat hingga lima hari.
"Terkait penemuan dua mayat laki-laki di atap masjid, hasil visum pada kedua korban ini terdapat luka bakar di sekujur tubuh."
"Kami telah melakukan visum di RSUD Brebes," ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Pihaknya juga memastikan jika kematian korban bukan karena kekerasan, melainkan tersengat aliran listrik PLN.
"Di lokasi terdapat kabel listrik yang menjuntai pada lantai dak masjid. Hal ini dikuatkan dengan saksi yang menemukan dua mayat tersebut," terangnya.
Sementara Marhadi (37) sepupu korban menyebutkan jika pihak keluarga menerima atas musibah tersebut.
"Kami menerima, sudah takdir."
"Karena umur manusia tidak ada yang tahu," ungkapnya seusai pemakaman.
Keduanya merupakan warga desa setempat.
Kakak sepupu korban, Marhadi (37) mengatakan, pada Jumat (20/3/2026), dirinya sedang berada di atap masjid untuk memasang lampu list.
Korban Iwantoro (keponakan Marhadi) kemudian menemuinya bersama Bambang Suherman.
Iwantoro itu meminta dia untuk menemani ke rumah istrinya di Kecamatan Songgom.
"Awalnya pada hari itu saya ada di atap masjid memasang lampu list. Keponakan saya naik minta tolong."
"Korban minta antar ke rumah istrinya yang berada di Kecamatan Songgom," ujar Marhadi.
Karena sedang sibuk dengan pekerjaaanya, Marhadi menolak permintaan keponakannya itu.
"Kalau hari ini tidak bisa karena repot, lagi banyak kerjaan," jawab Marhadi kepada korban saat itu.
Seusai menolak permintaan keponakannya itu, Marhadi kemudian turun ke lantai dua untuk melanjutkan pekerjaan yang lain.
"Saya tahunya dia turun. Saya turun ke lantai dua untuk pasang kipas angin, tidak tahu kalau dia naik lagi ke atap," ungkapnya saat ditemui di RSUD Brebes, Kamis (26/3/2026).
Seusai pertemuan tersebut, hingga larut malam kedua korban dilaporkan hilang dan tidak pulang ke rumah.
Keesokan harinya, Sabtu (21/3/2026) atau bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri, korban yang seharusnya berkumpul bersama keluarga juga tak kunjung pulang.
Keluarga lantas memutuskan untuk melaporkan kehilangan anggota keluarganya itu ke Polsek Tanjung.
Keluarga bahkan menempelkan selebaran orang hilang hingga memposting kehilangan korban ke media sosial.
Kepala Dusun Pangaradan, Eko Setianto mengatakan, awalnya seorang warga melihat ada belatung berjatuhan dari atap masjid atau tepatnya di atas tempat wudhu putri.
Warga tersebut lantas menemui marbot yang ada di mesnya dan meminta marbot masjid untuk mengecek lantai tiga (atap) masjid.
"Marbot kemudian naik dan melihat ada mayat," ucapnya.
Berdasarkan Informasi yang dihimpun, mayat pertama kali ditemukan oleh warga yang menaruh kecurigaan banyaknya belatung yang terjatuh dari atap Masjid Miftahul Jannah.
Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke marbot masjid untuk melakukan pengecekan ke atas masjid.
Benar saja, dua sosok mayat berjenis kelamin pria ditemukan sudah membusuk.
Kapolsek Tanjung AKP R Imam Priyadi membenarkan terkait adanya penemuan dua sosok mayat pria yang sudah membusuk itu.
Kapolsek menyebut, saat ini anggotanya fokus pada evakuasi korban dan melakukan penyelidikan.
"Benar, saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Korban kemudian kami evakuasi ke kamar jenazah RSUD Brebes," pungkasnya.
Baca juga: Pergantian Kepala BAIS Dianggap Bukan Solusi Penyelesaian Kasus Andrie, Pertanggungjawaban Hukum?
(*/tribun-medan.com)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.