TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah kisah cinta yang mengharukan dari Malaysia menjadi viral.
Seorang nenek berusia 91 tahun menikahi seorang pria berusia 67 tahun setelah saling mengenal di sebuah panti jompo.
Perkenalan keduanya hanya berlangsung selama tiga bulan, namun berakhir di atas pelaminan.
Pernikahan pasangan lansia tersebut menjadi bukti cinta tidak pernah datang terlambat.
Dilansir dari Sanook, Senin (23/3/2026) Ibu Hu Ruirong yang berusia 91 tahun dan Bapak Wu Caixing yang berusia 67 tahun bertemu di sebuah panti jompo di Penang.
Hubungan mereka dimulai dengan makan bersama di panti jompo.
Lalu keduanya secara bertahap mulai berbicara dan mengembangkan kedekatan yang alami.
Wanita lanjut usia itu tercatat telah tinggal di panti jompo selama lebih dari 6-7 tahun.
Sepanjang hidupnya, ia telah mengabdikan diri untuk merawat keluarganya.
Karena itu, ia tidak memiliki kesempatan untuk merasakan cinta atau menikah dan membangun keluarganya sendiri.
Dia mengungkapkan bahwa semasa mudanya, dia tidak menutup diri terhadap cinta.
Dia hanya belum bertemu orang yang tepat.
Hingga akhirnya dia bertemu Paman Caixing, yang datang untuk tinggal di panti jompo tersebut pada akhir tahun 2025.
Para staf di panti mengatakan bahwa Ibu Hu Ruirong yang memulai pendekatan.
Ia merawat dan memberi perhatian yang lebih kepada Paman Caixing.
Perhatian itulah yang membuat kedekatan mereka dengan cepat melalui kehidupan sehari-hari mereka bersama.
Keduanya pun memutuskan tinggal bersama dan menikah.
Namun pihak pengelola tidak langsung menyetujui permintaan mereka.
Pihak pengelola tempat tinggal melakukan penilaian untuk memastikan bahwa keduanya dalam keadaan sehat mental.
Mereka juga memastikan pasangan lansia tersebut benar-benar memahami keputusan mereka.
Upacara pernikahan diadakan dalam suasana hangat di panti jompo.
Pengantin bersiap secara sederhana di ruangan masing-masing sebelum bertemu di tengah sorak sorai gembira orang-orang di sekitar mereka.
Meskipun kesulitan berjalan, sang paman berusaha berjalan menghampiri dan menyapa mempelai wanitanya.
Sang paman dengan senyum malu-malu, dengan lembut mencium pipi mempelai wanitanya.
Setelah upacara, keduanya bergandengan tangan dan kembali ke kamar mereka.
Kisah keduanya pun menjadi viral di media sosial dan menarik perhatian publik.
Kisah cinta mereka dinilai publik telah menjadi contoh yang membuktikan bahwa cinta dapat mekar di usia berapa pun, dan tidak pernah terlalu terlambat untuk memulai kembali.
(cr19/tribun-medan.com)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.