Jakarta (ANTARA) - Sevilla resmi memecat pelatih kepala Matias Almeyda pada Senin, di tengah performa buruk tim yang kini hanya berjarak tiga poin dari zona degradasi.
“Klub mengucapkan terima kasih kepada Matias Almeyda dan timnya atas usaha serta profesionalismenya. Matias Almeyda telah dibebastugaskan dari jabatannya sebagai pelatih kepala tim utama Sevilla FC,” demikian pernyataan klub melalui situs resmi.
Saat ini, Sevilla menempati peringkat ke-15 klasemen sementara LaLiga dengan koleksi 31 poin dari 29 pertandingan.
Dalam delapan laga liga terakhir, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan. Kekalahan 0-2 dari Valencia di kandang sendiri pada Sabtu lalu menjadi pemicu utama pemecatan Almeyda.
Almeyda meninggalkan Sevilla setelah memimpin dalam 32 pertandingan resmi, terdiri dari 29 laga LaLiga dan tiga pertandingan Copa del Rey sejak ditunjuk pada Juni tahun lalu.
Dia sempat membawa awal yang menjanjikan, tetapi performa tim menurun memasuki tahun baru. Situasi semakin rumit karena Almeyda tengah menjalani sanksi larangan mendampingi tim selama tujuh pertandingan akibat insiden dengan ofisial, sehingga dia tidak berada di pinggir lapangan sejak pertengahan Februari.
Dengan sembilan pertandingan tersisa musim ini, Sevilla kini berada dalam ancaman serius degradasi.
Klub dikabarkan segera menunjuk pelatih baru, dengan kesepakatan yang disebut sudah mendekati final, meski belum ada nama yang diumumkan.
Sebelumnya, Sevilla sempat dikaitkan dengan pelatih Getafe, Jose Bordalas. Namun, manajemen menilai Bordalas bukan sosok yang sesuai dengan kebutuhan tim, sementara direktur olahraga Antonio Cordon lebih memilih profil seperti Almeyda.
Di sisi lain, Getafe justru tampil lebih stabil dan kini hanya terpaut tiga poin dari zona kompetisi Eropa serta unggul tujuh poin atas Sevilla.
Jeda internasional memberi Sevilla waktu sekitar dua pekan untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi sesama tim papan bawah, Real Oviedo, dalam laga penting berikutnya.